Pada Rabu (1/7), bantuan langsung dari Presiden tiba di sekolah berupa satu paket lengkap peralatan marching band modern, termasuk instrumen perkusi, tiup, speaker mini, dan mixer pengatur nada. “Bangga, bahagia. Bantuan ini kehormatan luar biasa bagi kami,” kata Heri dengan haru.
Alat musik bekas yang pernah dicibir kini disimpan sebagai saksi sejarah. Pihak sekolah memastikan bantuan baru akan digunakan untuk membina bakat siswa, sementara rongsokan bernilai sejarah itu tetap dijaga sebagai pengingat bahwa dari kesederhanaan lahir sebuah keajaiban.(den/d)







