Ini Tanggapan Mahasiswa Sukabumi Soal Bela Negara Masuk Kampus

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Adanya wacana program bela negara atau pendidikan militer masuk dalam mata perkuliahan yang direncanakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapat reaksi beragam dari pelbagai mahasiswa. Salah satunya diungkapkan Agung, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (Ummi).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMMI Agung Maulana mengaku setuju dengan rencana pemerintah penerapkan pendidikan militer di kampus. Menurutnya, program bela negara yang akan diterapkan di kampus merupakan hal yang perlu diapresiasi. Dalam kesempatan ini pemerintah berusaha menanamkan nilai bela negara bagi mahasiswa, padahal mahasiswa sudah sejak lama menjalankam nilai-nilai bela negara pada kehidupan.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat mengapresiasi program tersebut, hanya saja jika bicara soal setuju atau tidak setuju saya belum bisa memutuskan karena secara teknis pelaksanaan saya belum mengetahui bela negara yang akan di jalankan di kampus itu seperti apa,” terangnya.

Namun, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas FIAH semester 8, ini berharap bela negara yg di implementasikan di kampus, dapat dilaksanakan secara substansial sehingga konsep bela negara benar melahirkan solusi.

Sementara itu, Rianti, salah satu mahasiswi perguruan tinggi swasta di Kota Sukabumi juga setuju dengan adanya pendidikan militer di kampus ini. Hanya saja, mahasiswi semester VI berharap jika penerapan pendidikan militer bukan berbentuk latihan secara militer, apalagi sampai memakai sistem SKS yang dapat menjadi beban bagi mahasiswa.

“Kalau sistemnya pakai SKS enggak sepakat, karena SKS menentukan jenjang studi mahasiswa. Kalau mau buat di luar kurikulum kampus,” pungkasnya. (wdy)

Sementara itu sebelumnya, pemerintah mewacanakan pendidikan militer untuk mahasiswa. Wacana tersebut,
disampaikan oleh pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan). Pendidikan militer menuju Komponen Cadangan (Komcad) ini memang bukan wajib militer.

Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Trenggono mengatakan, meski bukan wajib militer, mahasiswa nanti bakal mendapat pendidikan militer selama enam bulan. Pendidikan militer akan masuk dalam satuan kredit semester (SKS). (wdy/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *