Selain itu, UMN akan fokus pada peningkatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan riset dan publikasi ilmiah, transformasi digital, serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional hingga global.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Amin Suyitno, menekankan bahwa perubahan status ini harus diiringi dengan komitmen peningkatan kualitas pendidikan.
“Kita harus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang dibutuhkan masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,” ungkapnya.
Ia juga mendorong UMN untuk membuka program studi yang relevan dan kompetitif sesuai kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan daya saing lulusan, khususnya di Sukabumi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyebut transformasi IMN menjadi universitas sebagai kado istimewa dalam momentum Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi.
“Transformasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi. Kehadiran Universitas Madani Nusantara menjadi simbol nyata kolaborasi dalam memajukan pendidikan dan pembangunan daerah,” katanya.
Ia berharap, peningkatan status ini mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia serta mampu membawa Sukabumi semakin maju dan berdaya saing.(wdy)






