PENDIDIKAN

Forum Perangkat Daerah Disdikbud Kota Sukabumi Paparkan 7 Fokus Utama 2027

×

Forum Perangkat Daerah Disdikbud Kota Sukabumi Paparkan 7 Fokus Utama 2027

Sebarkan artikel ini
BERSINERGI : Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat menghadiri kegiatan Forum Perangkat Daerah (FPD) di Ruang Pertemuan Disdikbud, pada Jumat (6/2/2026).
BERSINERGI : Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat menghadiri kegiatan Forum Perangkat Daerah (FPD) di Ruang Pertemuan Disdikbud, pada Jumat (6/2/2026).

SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) yang di gelar di Ruang Pertemuan Disdikbud, Lembursitu, Kota Sukabumi, pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan strategis ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam penyelarasan arah kebijakan sektor pendidikan dan kebudayaan menuju tahun perencanaan 2027.

FPD tahun ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, yang turut memaparkan arah kebijakan pembangunan Kota Sukabumi. Selain itu hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Ketua PGRI, perwakilan Bappeda, Dewan Pendidikan, unsur kecamatan dan kelurahan, perwakilan sekolah, serta perwakilan Kementerian Agama Kota Sukabumi. Berbagai elemen tersebut berkumpul untuk memberikan masukan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan pendidikan di Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Dalam pemaparannya, Wakil Wali Kota Bobby Maulana menegaskan bahwa pendidikan harus berada di garis depan pembangunan Kota Sukabumi. Menurutnya, penguatan kualitas layanan pendidikan merupakan prasyarat untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing.

“Kapasitas fiskal kita terus menguat. Proyeksi PAD di tahun 2026 ditargetkan mencapai lebih dari Rp535 miliar, meningkat dari baseline tahun 2024 yang berada di angka Rp437 miliar,” ujar Bobby.

Pertumbuhan fiskal tersebut, lanjutnya, memberikan optimisme bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan program-program yang lebih progresif, termasuk peningkatan sarana prasarana sekolah, peningkatan kompetensi guru, hingga transformasi digital pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menjelaskan bahwa Forum Perangkat Daerah merupakan ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan kebutuhan lapangan di sektor pendidikan dan kebudayaan. Melalui forum ini, Disdikbud menghimpun masukan dari seluruh pemangku kepentingan untuk memantapkan rancangan program yang akan disusun dalam RPJMD, RKPD, serta prioritas pembangunan daerah.

Novian menyebutkan di kegiatan FGD tersebut terdapat tujuh fokus utama yang menjadi sorotan Disdikbud Kota Sukabumi dalam penyusunan rencana kerja tahun mendatang.
Pertama, Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan, upaya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan masih menjadi prioritas utama. Disdikbud menekankan pentingnya memastikan standar layanan pendidikan terpenuhi di seluruh jenjang, baik melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas proses belajar mengajar, maupun penguatan iklim sekolah yang kondusif.

Kedua, Penguatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dimana dengan semakin kompleksnya tantangan pendidikan, penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu program penting. “Pengembangan profesional berkelanjutan, pelatihan berbasis kebutuhan, hingga peningkatan kapasitas dalam penggunaan teknologi akan terus digenjot untuk menjawab tuntutan zama,” terangnya.

Ketiga, Transformasi digital menjadi agenda strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Digitalisasi administrasi sekolah, pemanfaatan platform pembelajaran daring, serta peningkatan literasi digital bagi guru dan siswa menjadi langkah yang terus didorong. Pemerintah berharap teknologi dapat memperluas akses, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkaya metode pembelajaran.

Selain pendidikan, sektor kebudayaan turut menjadi fokus penting. Upaya pelestarian budaya lokal, pembinaan pelaku seni, dan penguatan ekosistem seni budaya menjadi prioritas agar kekayaan budaya Sukabumi tetap terjaga dan relevan bagi generasi muda. Digitalisasi data budaya dan pengemasan kegiatan seni juga direncanakan untuk menarik minat publik.

Disdikbud menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi akademik, tetapi juga berkarakter. Program-program penguatan nilai kebangsaan, kedisiplinan, toleransi, hingga kepedulian sosial akan terus diprioritaskan melalui berbagai kegiatan intra dan ekstrakurikuler di sekolah.

Masalah anak tidak sekolah (ATS) masih menjadi perhatian serius. Disdikbud bersama perangkat daerah terkait melakukan pendataan menyeluruh, penjangkauan, serta pemberian layanan pendidikan alternatif bagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Kolaborasi dengan Dinas Sosial, kecamatan, hingga tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka ATS.

Fokus lain adalah pemerataan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan, terutama bagi sekolah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Mulai dari perbaikan ruang kelas, pengadaan peralatan pembelajaran, hingga peningkatan akses internet di sekolah menjadi bagian dari prioritas untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak dan mendukung proses pendidikan.

Dengan cakupan pembahasan yang luas, FPD menghadirkan sudut pandang komprehensif dari para perangkat daerah, pengawas sekolah, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi profesi, hingga pelaku budaya dan dunia usaha.

Dia juga menjelaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, Disdikbud mendorong integrasi program lintas sektor, seperti kerja sama dengan Bappeda dalam perencanaan pembangunan, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam penguatan UKS, sinergi dengan Dinas Sosial untuk penanganan anak rentan putus sekolah serta adanya dukungan Diskominfo dalam digitalisasi layanan pendidikan

“Prinsipnya, program pendidikan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Setiap kegiatan harus saling menguatkan agar memberikan dampak yang nyata dan berdaya guna,”ujar Novian.

Dalam forum tersebut, Disdikbud juga memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan Kota Sukabumi, antara lain adanya ketimpangan kualitas pendidikan antar sekolah, keterbatasan sarana prasarana di beberapa satuan pendidikan, adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan, penguatan kapasitas tenaga pendidik, pelestarian budaya lokal agar tetap diminati generasi muda

“Untuk menjawab berbagai tantangan itu, sejumlah program prioritas disiapkan untuk pelaksanaan satu tahun ke depan, mencakup Peningkatan mutu pembelajaran, Penguatan literasi dan numerasi, Penanganan ATS usia sekolah, Pengembangan kompetensi guru, Perbaikan sarana prasarana dasar pendidikan, Penguatan pendidikan karakter, serta Pembinaan pelaku budaya dan penguatan ekosistem seni budaya,” imbuhnya.

Seluruh aspirasi masyarakat dihimpun melalui berbagai mekanisme partisipatif, seperti musrenbang, forum perangkat daerah, hingga dialog langsung bersama stakeholder. Semua masukan tersebut dicatat dan diklasifikasikan untuk memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan berbasis kebutuhan faktual di lapangan.

Menurutnya, Disdikbud Kota Sukabumi terus mendorong berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pelestarian budaya di era digital. Sejumlah terobosan tengah digarap, mulai dari penguatan layanan pendidikan berbasis digital, pengembangan sekolah ramah anak, hingga pemanfaatan platform digital untuk administrasi dan proses pembelajaran agar lebih efektif dan efisien.

Di bidang kebudayaan, Disdikbud juga melakukan digitalisasi data budaya serta mengemas kegiatan seni dengan konsep yang lebih kreatif dan atraktif, sehingga dapat menarik minat generasi muda dan menjaga relevansi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Berbagai inovasi ini disusun berdasarkan aspirasi masyarakat, yang dihimpun melalui forum perangkat daerah, musrenbang, serta dialog langsung dengan para pemangku kepentingan. Dengan pendekatan partisipatif tersebut, Disdikbud memastikan setiap kebijakan yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan riil lapangan dan mendukung terbentuknya ekosistem pendidikan-kebudayaan yang adaptif dan berdaya saing.

Dengan terselenggaranya FPD ini, Disdikbud Kota Sukabumi berharap lahir kebijakan yang lebih tajam, realistis, dan berorientasi pada hasil. Harapannya, implementasi program pada tahun mendatang mampu memberikan perubahan nyata terhadap kualitas layanan pendidikan dan kebudayaan.

“Kami berharap forum ini menghasilkan program yang berdampak nyata dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya sumber daya manusia Kota Sukabumi yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (wdy)