“IEEE sering kali lebih dikenal sebagai institusi akademik dibandingkan sebagai organisasi berbasis industri. Tantangan ini perlu diatasi dengan langkah konkret yang memperkuat keterlibatan IEEE dengan para profesional industri dan pemerintah,” ujarnya
Dengan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan dalam diskusi ini, diharapkan terbentuk solusi konkret guna memperkuat hubungan antara komunitas akademik dan dunia industri. Hal ini bertujuan untuk mendorong inovasi, mempercepat adopsi teknologi terbaru, serta menciptakan ekosistem industri yang lebih maju dan berkelanjutan.
Melalui keterlibatan Aryo De Wibowo sebagai reaktor, Universitas Nusa Putra semakin menegaskan perannya dalam kancah internasional, khususnya dalam pengembangan riset dan inovasi di bidang teknik elektro serta kemitraan industri yang lebih erat.
Sebagai bentuk transparansi dan dokumentasi, acara ini juga disiarkan melalui TVRI Bali dan platform digital lainnya. Publikasi lebih lanjut mengenai hasil diskusi ini dapat diakses melalui situs resmi IEEE R10 dan Universitas Nusa Putra. (wdy/d)




