PENDIDIKAN

Cegah Bullying, Disdikbud Kota Sukabumi Monitoring Sekolah

×

Cegah Bullying, Disdikbud Kota Sukabumi Monitoring Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kadisdik Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat
Kepala Dinas pendidian dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat saat melakukan monitoring di salah satu sekolah di Kota Sukabumi

SUKABUMI – Belakangan ini ramai beredar terjadinya kasus perundungan, bahkan berujung penganiayaan yang dilakukan oleh anak-anak sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Sukabumi berupaya mencegah terjadinya aksi perundungan atau bullying di wilayah Kota Sukabumi. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan ke sekolah-sekolah baik tingkat SD maupun SMP.

Bank bjb Tandamata

“Selain pengawas dan pembinaan kita juga lakukan sosialisasi upaya tidak terjadinya bullying, kekerasan ataupun pelecehan di sekolah,” ucap Kadisdik Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat kepada Radar Sukabumi, Kamis (5/10).

Menurutnya, apabila kasus – kasus tersebut masih saja terjadi, dinas akan menanganinya sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang telah ditetapkan oleh dinas. Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi para siswa dan terjamin kegiatan belajar mengajar, serta kualitas pendidikan yang didapat siswa di sekolah.

“Ketika ada kasus kekerasan yang dilakukan oleh siswa terhadap temannya sampai ada hukuman mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah, dinas akan menindaklanjutinya agar anak tersebut tidak putus sekolah, dengan mencari alternatif sekolah yang lain. Jangan sampai anak bangsa ini terputus kegiatan belajarnya, mereka harus dibina dan tetap melanjutkan sekolah,” tegasnya.

Menurutnya kerawanan kasus bullying, pelecehan atau kekerasan bisa terjadi di sekolah di jam istrirahat atau pulang sekolah, menyikapi hal tersebut, Punjul minta kepada sekolah maupun para guru untuk meningkatkan wawasan pengetahuan tentang apa itu bullying, kekerasan atau pelecehan, karena masing-masing memiliki definisi yang berbeda.

“Di waktu-waktu kerawanan itu, para guru harus meningkatkan kewaspadaannya. Mereka juga harus berperan sebagai orang tua, yang selalu waspada melindungi anak-anaknya,”tegas Punjul.

Adapun peran guru bukan hanya menjalankan tugas dari sebuah pekerjaan, akan tetapi harus mempunyai tuntutan jiwa sepenuh hati.

Upaya lain pengawasan dan pembinaan yang di lakukan Disdikbud, pada setiap minggunya Punjul sering melakukan Salat Jumat Keliling ke sekolah-sekolah.

“Mungkin saja awalnya dari canda gurau antar siswa, padahal itu sebuah bullying, pelecut dan kekerasan. Makanya kita berikan wawasan agar para siswa tidak jadi korban atau menjadi pelaku,” pungkasnya. (wdy)