Saatnya Bebaskan Griezmann!

  • Whatsapp

RADAR SUKABUMI, Setelah dua tahun terakhir terkekang, kini Antoine Griezmann bisa bernapas lega. Itu dipicu kepulangannya ke Atletico Madrid dari FC Barcelona (FCB) per Selasa (31/8) lalu.

Sehari berselang, striker 30 tahun tersebut langsung mencetak gol bagi Prancis ketika ditahan 1-1 oleh Bosnia-Herzegovina (1/9) pada matchday keempat kualifikasi Piala Dunia 2022. Gol itu bak oase awal musim kelabu Griezmann.

Bersama Blaugrana, dia nirgol di tiga jornada awal La Liga. Padahal, selalu main penuh 90 menit dan FCB mampu mencetak tujuh gol.

Selain nirgol, Griezmann juga tanpa assist. Bersama FCB selama dua musim, Griezmann hanya mencetak 35 gol dan 17 assist dalam 102 laga.

Sementara itu, ketika lima musim berkostum Los Colchoneros, dia mencetak 133 gol dan 50 assist dari 257 pertandingan.

”Tidak sabar pulang ke rumah (untuk membayar waktu yang terbuang bersama FCB, Red),” bunyi cuitan balasan Griezmann pada unggahan ATM yang mengonfirmasi bahwa dia akan mengenakan nomor 8 warisan Saul Niguez yang hengkang ke Chelsea.

Peluang melanjutkan suasana hati positif Grizi –sapaan Griezmann–kembali hadir dini hari nanti (5/9) ketika Prancis bentrok kontra Ukraina di NSC Olimpiskiy pada matchday kelima grup D (siaran langsung Mola TV pukul 01.45 WIB).

Dia memikul misi mempertahankan performanya yang impresif di kualifikasi Piala Dunia dengan mencetak 7 gol dan 6 assist dalam 14 laga.

Nyaris berkontribusi satu gol tim di setiap laganya.

Namun, beban mantan pemain Real Sociedad itu sebagai ujung tombak Prancis semakin berat karena striker Kylian Mbappe dikeluarkan dari skuad akibat cedera betis.

Alhasil, streak trisula Griezmann-Karim Benzema-Mbappe yang selalu tampil bersama terhenti di laga ketujuh.

Kondisi tersebut membuat entraineur Didier Deschamps kembali ke pakem awal 4-2-3-1.

Formasi itulah yang mengantarkan Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 dan runner-up Euro 2016.

Bedanya, kala itu Griezmann lebih sering beroperasi di belakang striker.

Tetapi, mengingat daya jelajah Griezmann yang luas, Didi –sapaan Deschamps– sangat mungkin memberinya peran bebas yang memungkinkan Griezmann mengeksplorasi lini depan secara lebih leluasa untuk beberapa laga ke depan ketika tanpa Mbappe.

Mirip yang diterapkan entrenador ATM Diego Simeone pada periode pertama Griezmann (2015–2019).

Deschamps juga ingin memaksimalkan kepiawaian Griezmann mengkreasi assist.

Misalnya, yang terjadi pada delapan matchday kualifikasi Euro 2020 dua tahun lalu.

Kala itu, Griezmann mampu menciptakan tujuh assist meski hanya menyumbang satu gol pada delapan matchday yang ada.

”Masih ada waktu untuk memaksimalkan trisula itu (Griezmann-Benzema-Mbappe, Red) di lain waktu (ketika semuanya fit, Red),”

”Sembari menanti itu, aku sudah menentukan pengganti yang pas (untuk mengisi posisi Mbappe atau strategi lainnya, Red),” ujar Deschamps kepada L’Equipe. (jpc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *