Dia menambahkan bahwa talenta-talenta muda harus dalam kondisi fisik yang sehat apabila ingin berprestasi. Pasalnya, jika mereka sudah terkontaminasi dengan tembakau, itu dapat mengganggu kesehatan para atlet.
“Hampir rata-rata, terutama mereka yang masih aktif sebagai atlet, tidak ada yang merokok karena mereka sadar bahwa begitu mereka merokok pasti akan mengganggu pernapasannya. Dan alhamdulillah sudah ada komitmen dari para pelatih, atlet dan ofisial untuk menghindarkan rokok,” katanya.
“Dalam Grand Design Olahraga Nasional, tingkat kebugaran adalah hal yang sangat penting karena salah satu yang membuat kita susah berprestasi adalah sulitnya mendapatkan talenta-talenta yang bugar dan sehat. Bayangkan saja masih anak-anak mereka sudah mulai merokok. Hal-hal seperti ini yang harus cegah,” pungkasnya.
Sumber : Antara






