Atas dasar itu, Yusril menyarankan Menteri Agama dapat mengajak semua umat beragama hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati perbedaan. “Segala ucapan yang dilontarkan harus hati-hati, halus dan menjunjung tinggi sopan-santun serta budi bahasa. Ucapan-ucapan yang menyejukkanlah yang dinanti-nanti umat semua agama dari Menteri Agama,” tutur Yusril.
“Setiap kebijakan yang akan diambil juga perlu direnungkan dalam-dalam segala dampaknya,” sambungnya.
Lebih lanjut, Yusril berharap Yaqut dapat menjaga lisan, menjaga ucapan agar tidak menimbulkan masalah baru di masyarakat Indonesia, mengingat sudah terlalu banyak masalah yang kini dihadapi bangsa dan negara.
“Jangan ditambah lagi dengan masalah baru yang berawal dari ucapan dan kata-kata. Bersikap bijaklah!” tandasnya.






