Laksana menjelaskan, peranti bernama asli Niku Bayu alias Ini Air itu perlu dikembangkan dengan hati-hati. Jika sudah terbukti berhasil dapat menggantikan bahan bakar minyak (BBM), Nikuba tak menutup kemungkinan akan diakui komunitas sains.
“Kalau di Sains, kita perlu berhati-hati, jadi kita akan melihat bersama-sama, kita kembangkan sampai terbukti secara saintifik bisa diterima oleh komunitas ilmiah,” terangnya.
Cara Kerja NikubaSeperti diketahui Nikuba merupakan peranti yang dapat mengonversi air menjadi bahan bakar hidrogen. Aryanto Misel menjelaskan, cara kerja Nikuba adalah mengatrol atau elektrolisasi untuk mengubah partikel air menjadi hidrogen.
Menurutnya, Nikuba memerlukan air yang sudah dikatalis agar dengan mudah dibentuk menjadi hidrogen sebagai bahan bakar utama kendaraan. Proses elektrolisis Nikuba yakni penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik.
Dalam proses tersebut, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Pada anode, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katode.
Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali dalam molekul air. Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektrode dan dapat dikumpulkan.
Dari hidrogen yang terkumpul tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen yang disalurkan ke ruang bakar untuk mengantikan bahan bakar fosil.(*)




