Terdesak, KKB Pimpinan Lekagak Telenggen Berupaya Kabur

Litiron Weya, salah satu anggota KKB anak buah Terinus Enumbi, ditangkap di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. (Satgas Nemangkawi/Antara)

PAPUA — Polda Papua menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen berupaya keluar dari Ilaga. Hal itu akibat terdesak dengan kegiatan penegakan hukum yang dilakukan Satgas Nemangkawi.

Ada dugaan karena terdesak, KKB berupaya keluar dari daerah itu,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri seperti dilansir dari Antara di Jayapura, Senin (24/5).

Bacaan Lainnya

Kapolda mengakui tidak mengetahui titik pasti lokasi mereka. Sebab, mereka bisa ke mana saja. namun, yang terdekat dan relatif gampang dijangkau ke Kuyawage atau Balingga, Kabupaten Lanny Jaya.

”Kelompok itu juga bisa ke Kabupaten Puncak Jaya yang jaraknya relatif lebih dekat. Kelompok Lekagak Telenggen merupakan tamu di Ilaga karena yang punya wilayah adalah Militer Murib, sedangkan wilayah Kabupaten Lanny Jaya adalah kelompok Puron Wenda,” terang Mathius Fakhiri.

Untuk memilih ke Intan Jaya, menurut kapolda, kemungkinannya kecil. Sebab, kelompok Lekagak tahu aparat keamanan cukup banyak di sana.

Kapolda sudah meminta petugas di berbagai wilayah di kawasan pegunungan senantiasa siaga dan waspada. ”KKB bisa ke mana saja mengingat mereka lebih memahami kondisi alam sehingga aparat keamanan harus siaga dan waspada,” kata Kapolda Papua Mathius Fakhiri.

Dia memperkirakan, KKB saat ini masih berada di sekitar Ilaga. Mereka memiliki sekitar 70 senjata api yang diduga hasil merampas dari TNI/Polri.

“Selalu waspada dan bertindak sesuai dengan SOP, terarah dan terukur, guna menghindari jatuhnya korban yang berujung pada perampasan senpi dan amunisi,” papar Mathius Fakhiri.

Sementara itu, Satuan Tugas Penegakan Hukum Nemangkawi menangkap Litiron Weya (LW), salah satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak Letda Inf Amran Blegur, di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Selain Letda Inf Amran Blegur, insiden yang terjadi pada Agustus 2018 itu, juga menewaskan Pratu Freddy.

”LW alias Demias ditangkap di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya,” tutur Kepala Satgas Humas Nemangkawi Kombespol Iqbal Alqudussy.

Dia mengatakan, LW merupakan anak buah dari Terinus Enumbi yang juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). DPO diterbitkan sejak 9 Maret 2020 terkait tindak pidana perampasan dengan kekerasan senjata api laras panjang jenis SS1 V1 TNI milik Serda Yudistira, di Kampung Biak, Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya.

Kombes Iqbal menuturkan, beberapa rekan LW yang juga masuk dalam DPO masih dalam pengejaran. Kelompok Terinus Enumbi merupakan pecahan dari kelompok KKB pimpinan Goliath Tabuni.(jpg)

Pos terkait