Tak Hanya Prabowo, Ini 5 Tokoh yang Dapat Gelar Jenderal Kehormatan TNI, Salah Satunya SBY

Ketua Umum Parta Gerindra Prabowo Subianto didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan jajaran petinggi Gerindra lainnya menyampaikan keterangan kepada wartawan usai perayaan HUT ke-16 partai mereka di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (6/2/2024). (DERY RIDWANSAH)
Ketua Umum Parta Gerindra Prabowo Subianto didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan jajaran petinggi Gerindra lainnya menyampaikan keterangan kepada wartawan usai perayaan HUT ke-16 partai mereka di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (6/2/2024). (DERY RIDWANSAH)

JAKARTA — Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto dijadwalkan menerima Jenderal Kehormatan (Hor) TNI dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penganugerahan ini akan dilakukan di Rapim TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, hari ini, Rabu (28/2).

Pemberian gelar Jenderal Kehormatan kepada Prabowo Subianto merujuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Ternyata sebelum Prabowo, ada beberapa tokoh yang pernah mendapat gelar sama.

Bacaan Lainnya

1. Sarwo Edhie Wibowo

Pada November 1997, Presiden Soeharto memberikan penghargaan untuk para mantan KSAD. Soeharto memberikan kenaikan pangkat kehormatan satu tingkat lebih tinggi kepada Jenderal (Kehormatan) GPH Djatikusumo, Letjen (Kehormatan) Bambang Sugeng, dan Letjen (Kehormatan) Bambang Utoyo. Selain itu juga kepada Jenderal (Kehormatan) Sarwo Edhie Wibowo, mantan Dubes RI di Korea Selatan.

Mertua Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki banyak selama berkarir di militer. Mantan pemimpin Kopassus ini juga memiliki peran sentral dalam operasi pemberantasan G30S/PKI pada 1965.

2. AM Hendropriyono

Abdullah Mahmud Hendropriyono atau AM Hendropriyono adalah tokoh intelijen dan militer Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama.

Hendropriyono dijuluki the master of intelligence karena menjadi Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen pertama di dunia. Ia juga pernah menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan dari tahun 1998 hingga 1999.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *