“Wajarlah kalau Pak Andika Perkasa lupa, ancaman neo-komunis di depan mata, sedang menjajah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Pembukaan UUD45, disemua aspek kehidupan. Diduga yang diingat tahun 2024 ada Pemilihan Presiden. Yang diingat cipta kondisi menjelang Pemilu 2024,” terang Deddy.
Ia menengarai sebagai orang nomor satu di TNI, ia seperti terinspirasi dengan langkah politik KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman. Kala menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung naik menjadi Pangkostrad usai dianggap berjasa karena berani menurunkan baliho imam besar FPI Rizieq Shihab.
” (Dudung) meratakan diorama G30S PKI di Makostrad naik pangkat bintang empat. Pak Andika Perkasa, mantunya Pak Hendropriono tokoh Islamophobia, wajarlah kalau mengizinkan keturunan PKI untuk diterima jadi Prajurit TNI, daripada dipecat jadi mantu. Pak Andika Perkasa, diduga dengan mengizinkan keturunan PKI diterima menjadi Prajurit TNI, memenuhi syarat diusulkan menjadi calon Presiden pada Pilpres 2024,” sambung Deddy menutup.




