“Iya saya potong (penggal). Terus dia kode saya ambil anaknya (janinna),” terang Romi. Setelah membunuh korban, Romi kabur. Namun dalam pelariannya dia merasa sangat bersalah. Karena itu, dia kembali ke rumahnya dan menyerahkan diri kepada polisi.
Kepada polisi, Romi mengaku membunuh istrinya lantaran kesal tak diberi tahu password HP milik sang istri. Menurut Romi, sudah empat bulan dia meminta agar diberitahu password HP korban. Namun korban tak kunjung memberitahu. Hal itulah yang membuat pasangan suami istri ini selalu bertengkar.
“Kami ribut sekitar 4 bulanan, masalah pertamanya HP. Jadi HP dia tuh seperti ada menyimpan pakai kode. Terus saya bilang apa (kenapa HP pakai password), jujur aja,” kata Romi.
Namun korban tetap ngotot untuk tidak memberi tahu kode HP miliknya. Ia tidak ingin isi HP diketahui oleh Romi. Korban berkilah bahwa tidak ada apa-apa yang dia sembunyikan dari Romi.
“Dia jawab tidak ada apa-apa. Dia ngotot terus. Kata saya gak mungkin HP ini (pakai kode kalau gak ada apa-apa),” tambah Romi.
Semakin lama keributan pasutri ini semakin menjadi-jadi. Romi terus meminta diberitahu password HP. Tapi sang istri juga tetap ngotot tidak mau memberitahu. “Lama-lama, dia balik ngotot. Kadang saya diam, kadang saya keluar, kadang ribut kami. Pokoknya udah empat bulanan begitu,” imbuh Romi.






