Dia mengatakan riset dan pengembangan membutuhkan kerjasama antar lembaga baik dari pemerintah, industri, serta para stakeholder terkait. Acara pekan riset juga merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk para pelaku industri sawit, termasuk masyarakat, untuk terus diterapkan sehingga kesenjangan antara pekebun rakyat dan milik korporasi bisa dipersempit.
Ia juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh BPDPKS bersama dengan Lembaga Litbang Pemerintah, swasta serta partisipasi para akademisi, terutama dalam mendukung BPDPKS tetap menjaga budaya penelitian sehingga inovasi teknologi baru di bidang sawit bisa terus dikembangkan.
“Riset dan pengembangan harus terus dilakukan guna mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan dan fokus pada isu-isu yang impactful dan juga berkesinambungan,” ujar Airlangga.






