Seperti jenis virus lain yang beredar, penyakit ini merupakan turunan dari Omicron yang lebih menular dibandingkan beberapa bentuk COVID-19 lainnya.
Berdasarkan penelusuran genom sekuensing dari 77 sampel yang diperiksa di laboratorium pemerintah, kata Budi, sebanyak 43 persen di antaranya adalah JN.1, XBB.1.16 sebanyak 16 persen, dan 12 persen adalah XBB.1.1.
“Kalau prediksi peak-nya kita lihat, karena 43 persen itu naik dari 19 persen dari pekan pertama Desember. Kenaikannya besar, artinya dia mendominasi varian yang ada,” katanya.(*)






