Menurut Prof. Danny, retraction ini dilakukan tanpa dasar analisis dan argumentasi ilmiah yang memadai, melainkan atas desakan beberapa pihak anonim.
“Seharusnya jurnal editornya dipanggil di sini untuk dimintai pertanggungjawaban,” tegas Danny.
Penarikan jurnal tersebut menjadi pukulan bagi penelitian Gunung Padang. Namun, bagi Prof. Danny dan timnya, ini bukan akhir dari perjalanan.
Mereka berpendapat bahwa temuan ini menantang pemahaman sejarah yang selama ini diterima secara luas, bahwa peradaban manusia baru berkembang sekitar 11.000 tahun lalu dengan revolusi pertanian.
Namun jika lapisan-lapisan tua di Gunung Padang benar-benar ada sebelum awal peradaban, maka sejarah peradaban perlu ditulis ulang.
Gunung Padang kini bukan sekadar situs arkeologi, melainkan medan pertempuran intelektual. Perdebatan ilmiah yang terjadi bukan hanya tentang batu dan umur lapisan tanah, tetapi tentang bagaimana manusia memahami asal-usul peradabannya sendiri.(*)




