Yang membuat Bayu heran, ia sudah mengenakan atribut peliputan lengkap, termasuk helm bertuliskan “ANTARA” dan membawa dua kamera. “Saya sudah bilang kalau saya media, masak tidak melihat?” katanya⁽¹⁾.
Merasa tidak aman, Bayu akhirnya meninggalkan lokasi untuk mencari tempat perlindungan. Peristiwa ini memicu keprihatinan luas di kalangan jurnalis dan pegiat kebebasan pers, yang menuntut investigasi dan perlindungan lebih baik bagi awak media di lapangan.(*)




