Komisi III : Pelaku Pelecehan Seksual Staf KPI Putar Balikan Fakta

  • Whatsapp
Pelecehan
Ilustrasi Pelecehan. Terduga pelaku pelecehan seksual dan perundungan kepada karyawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana membuat laporan balik kepada korban MS. (istimewa)

JAKARTA -– Terduga pelaku pelecehan seksual dan perundungan kepada karyawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana membuat laporan balik kepada korban MS. Alasan pelaporan balik ini adalah para terduga pelaku dan keluarganya menjadi sasaran perundungan di media sosial akibat identitas pribadi mereka tersebar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi korban dalam menghadapi kasus hukum yang tengah dijalaninya. Pasalnya kata dia, terduga pelaku ingin memutarbalikan fakta seolah-oleh si pelaku yang menjadi korban.

Bacaan Lainnya

“Para pelaku ini sedang mencoba memutar balik keadaan. Mencari-cari dengan melapor korban, sungguh tidak punya malu. Karenanya, saya akan terus membantu korban dan terus mengawal kasusnya. Kalau ada laporan balik dari mereka, maka akan berhadapan langsung dengan saya,” ujar Sahroni kepada wartawan, Selasa (7/9).

Lebih lanjut, legislator Partai Nasdem ini juga menyampaikan komitmennya yang akan terus mengawal kasus ini hingga para pelaku pelecehan dan perundungan ditetapkan menjadi tersangka. .

“Saya juga akan terus mengawal kasus ini. Tidak akan berhenti hingga para pelaku diproses hukum dan mendapatkan hukuman yang berat. Kondisi seperti ini, justru korban yang harus mendapat pengawalan hukum penuh, bukan justru dilaporkan balik,” katanya.

Menurut Sahroni, justru pengawalan hukum harus diberikan pada korban MS karena dia sudah berani berbicara yang tentu beresiko bagi dirinya sendiri.

“Dia sudah berani speak up saja sudah sangat bagus, dan kita harus berdiri bersama korban, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan agar warga tahu bahwa negara akan selalu melindungi korban pelecehan seksual. Tidak ada toleransi,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *