RADARSUKABUMI.com — Sampai saat ini, banyak masyarakat yang berada di Kabupaten Bogor hidup memprihatinkan secara kesehatan. Bahkan yang sudah sakit selama belasan tahun semenjak dilahirkan masih tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.
Seperti yang dialami oleh salah satu bocah bernama Dewi (14), yang hingga kini belum mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal. Anak keempat pasangan Marsih (42) dan Dapun Suryana (50) ini sejak lahir tidak memiliki lubang anus.
Walaupun kini ia sudah menginjak usia 14 tahun, hingga sekarang bocah asal Kampung Nambo RT 05/02, Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, ini belum juga menjalani operasi kolostomi atau pembuatan lubang anus.
Tak kunjung dioperasinya bocah malang ini karena kondisi ekonomi kedua orang tuanya yang memprihatinkan. Ayahnya Dapun Suryana, hanyalah seorang serabutan dan jelas tidak memiliki uang yang cukup untuk pengobatan anaknya itu.
Oleh karena itu, kini mereka hanya menunggu bantuan dari darmawan yang ingin menanggung biaya operasi Dewi. Sebab, operasinya tidak cukup satu kali.
“Ini (Dewi, red) sejak lahir tidak punya lubang anus.
Pada saat usia 14 hari, dia baru dioperasi untuk pembuatan lubang di perutnya agar bisa buang air besar,” jelas ibu Dewi, Marsih kepada Radar Bogor saat ditemui di rumahnya, Rabu (6/2/2019).
Ia juga menjelaskan bahwa anaknya dulu di operasi di RS PMI Bogor dengan bantuan pemerintah desa. Mereka beberapa kali ingin membawa anaknya berobat di RS, namun pihak rumah sakit selalu beralasan ruangan penuh. Untuk pengobatan anaknya itu, pihak Puskesmas Klapanunggal membantu membuatkan BPJS.
“Kalau operasi, katanya ditanggung BPJS. Tapi, untuk biaya lainnya kami tanggung sendiri,” terangnya.
Oleh sebab itu, sampai saat ini Dewi masih belum juga menjalani operasi karena mereka tidak memiliki uang. Meski tak memiliki lubang anus, Dewi massih sekolah seperti anak-anak lainnya.
“Operasinya tidak cukup sekali, harus tiga kali.
Untuk biaya bolak balik rumah sakit dan tebus obat yang tidak ditanggung BPJS, kami harus bayar sendiri. Jangankan biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja kami susah,” ujarnya lirih.
Nasib Dewi ini pun mendapat perhatian Calon Anggota (Caleg) DPRD Kabuoaten Bogor, Atty Ruhiyati, yang kebetulan melakukan sosialisasi di Kampung Nambo, Desa Bantarjati, Rabu (6/2/2019).
“Kebetulan saya lagi sosialisasi di sini (Nambo, red) dan dapat informasi ada anak sakit karena tak punya lubang anus. Saya ikut prihatin dan berharap pemerintah membantu pengobatan,” katanya.
Atty mengaku tidak memiliki wewenang untuk mendesak pemerintah. Namun, sebagai masyarakat yang juga calog DPRD Kabupaten Bogor, hanya berharap kasus seperti ini bisa segera ditangani.
“Kasihan, sekarang usianya sudah 14 tahun dan belum juga dioperasi. Harusnya ini bisa jadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah,” ujarnya.
(hal/pin/rb/pojokbogor)




