NASIONAL

Ketika Moeldoko Pulang Kampung Nyekar Jadi Tanda Promosi Jabatan

×

Ketika Moeldoko Pulang Kampung Nyekar Jadi Tanda Promosi Jabatan

Sebarkan artikel ini

Dia mengaku, baru tahu adiknya akan dilantik menggantikan Teten Masduki menjadi koordinator staf khusus Presiden, rabu pagi (17/1). Namun begitu, Sujak sudah curiga sejak sebulan lalu.

Saat itu, tiba-tiba adiknya pulang. Padahal sebulan sebelumnya Moeldoko juga baru berkunjung ke Purwoasri. Sujak mengungkapkan, adiknya memang jarang sekali sambang kampung halamannya.

Bank bjb Tandamata

Kecuali saat orang tuanya masih hidup, setiap hari raya pasti pulang. “Terlebih kecurigaan saya menguat saat bulan lalu dia pulang dan nyekar ke makam orang tua kami,” ungkapnya.
Sujak sudah hafal dengan adiknya, walaupun tidak pernah diberitahu.

Setiap datang dan nyekar ke makam orang tuanya, Moeldoko akan mendapat promosi jabatan. “Kalau setiap nyekar ya tidak pernah bilang mau jadi apa atau jabat apa. Tapi tiba-tiba disiarkan di TV adik saya mendapat jabatan baru,” urai pria yang mengaku berumur 80 tahun ini.

Bulan lalu setelah nyekar, Moeldoko yang datang dengan Koesni Harningsih, istrinya, itu sempat bertanya pada Sujak. Dia menanyakan, makam kakek dan neneknya di Desa Jantok, Kecamatan Purwoasri. “Saat saya kasih tahu makamnya di tetangga desa kami.

Dia (Moeldoko, Red) langsung nyekar ke sana,” imbuhnya.
Menurut Sujak, adiknya tidak pernah bercerita akan dipromosikan menjadi apa saat hendak dilantik. “Kalau mau pulang, saya malah tidak boleh bilang siapa-siapa.

Karena kalau tersiar pasti akan banyak tamu datang ke sini,” terang kakak Moeldoko tertua yang masih hidup ini. Kakak pertama dan keduanya sudah meninggal
Setiap kedatangan Moeldoko ke kampung halaman dan nyekar ke makam orang tuanya menjadi ciri khas penanda Sujak saat adiknya akan menjabat posisi baru di pemerintahan.

Terlebih setiap pulang (di Desa Pesing, Red) kerap hanya singkat-singkat saja. Hanya dua jam atau empat jam saja. Apalagi saat jadi Panglima TNI dulu. “Memang dia orang sibuk, kami keluarganya pun memaklumi,” tutur Sujak.

Sujak menerangkan, saat ada acara bantuan benih Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Jawa Timur, adiknya yang menjabat ketua umum HKTI kerap mampir ke rumahnya. “Juga saat memberi bantuan maupun peresmian pembangunan-pembangunan infrastruktur yang dia sokong di sini dia juga mampir ke rumah biasanya,” ungkapnya.

Beberapa infrastruktur seperti jembatan di Desa Pesing terlihat ada nama Jendral (Purn) Moeldoko yang merupakan pemrakarsa renovasi dan pelebarannya. Sujak menerangkan bahwa di SDN 1 Jantok yang merupakan tempat sekolah Moeldoko saat kecil pun dibuatkan musala olehnya. “Yang bangun musala di SD itu ya adik saya,” terang Sujak.(rk/fiz/die/JPR)