Slamet menceritakan, renovasi tersebut menggunakan bahan triplex yang pada saat ingin memasang triplex atap Kubah Masjid, para saksi mengaku melelehkan membran (aspal gulung) untuk menempelkan bahan tersebut menggunakan alat bakar. “Diduga percikan dari alat bakar mengenai glasbul sampai timbulnya api,” jelasnya.
Setelah api muncul, saksi sempat berupaya berupaya memadamkan api dengan menggunakan apar, namun api semakin membesar dan akhirnya kubah Masjid Islamic keseluruhan terbakar. “Kemudian datang sembilan unit Damkar yang dipimpin Eko Budiyanto melakukan penanganan kebakaran,” ucapnya. (*)




