NASIONAL

Dahlan Iskan: Jangan Galau Jadi Peneliti di Luar Negeri, Bukan Pengkhianat Bangsa

×

Dahlan Iskan: Jangan Galau Jadi Peneliti di Luar Negeri, Bukan Pengkhianat Bangsa

Sebarkan artikel ini

Tak sedikit dari mereka yang menuai sukses hasil hidup di negeri orang dan mereka kembali ketika perannya dibutuhkan untuk membangun kembali bangsanya.

“Jadilah peneliti di luar negeri, bisa dibayangkan jika jumlah anda yang ribuan ini nanti dapat membantu negara kita. Karena saya yakin, pasti dalam hati mereka masih merasa sebagai orang Indonesia,” pungkasnya.

Bank bjb Tandamata

Pada kesempatan sebelum menjadi pembicara, Dahlan juga sempat mengunjungi Center For Biomechanics, Bio Material, Bio Mechatronics, and Bio Signal Processing (CBIOM3S).

Pusat penelitian ini berada dibawah Universitas Diponegoro. Lembaga ini merupakan pusat penelitian, pengembangan, dan pembuatan kaki palsu, seni panggul buatan, hingga tangan bionic untuk difabel.

Lebih jauh Dahlan menyampaikan pemikirannya tentang bagaimana teknologi kini mulai mengambil alih pekerjaan yang dilakukan manusia.

“Apa yang terjadi jika dalam 10 tahun mendatang, profesi-profesi yang dilakukan manusia mulai digantikan mesin dan teknologi?” kata Dahlan.

Dominasi teknologi di masa depan sebuah keniscayaan. Namun demikian, dirinya berujar bahwa itu akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi manusia yang bekerja di sektor manapun.

“Ambilah contoh dosen, mutu pendidikan akan diuji pada saat itu juga. Tapi tetap, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan,” jelasnya.

Ia percaya, keterlibatan teknologi di masa depan tetap akan memberikan dorongan maupun efek yang konstrutif pada kehidupan manusia, seperti yang sudah-sudah.

“Pabrik tekstil yang menggunakan pelempar benang bukan orang, dulu diprotes dan dibakar di Inggris. Tapi akhirnya melalui penelitian, mereka menyimpulkan bahwa kehidupan mereka akhirnya lebih sejahtera setelah ada mesin,” imbuh Dahlan.

Invasi teknologi ini menurutnya, membawa perubahan demi perubahan yang menuntut tiap-tiap individu untuk menyadari profesi yang sedang dibutuhkan, sehingga mendorong kemajuan di sektor-sektor lain.

Dengan adanya hal tersebut, ia menghimbau kepada para mahasiswa selaku perwakilan dari generasi muda untuk mulai mempersiapkan diri dan tidak gagap teknologi dalam menghadapi perkembangan jaman.

“Mulailah fleksibel dalam perencanaan hidup. Mungkin dalam lima atau tujuh tahun, anda harus siap merubah tujuan hidup anda karena tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi nanti,” ujarnya.

(gul/JPC)