Bripda Randy Tidak Cocok Jadi Polisi, Proses Pemecatan Diproses

Randy Bagus
Randy Bagus ketika ditahan di Polda Jatim. (Polda Jatim for JawaPos)

JAKARTA — Pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Bripda Randy Bagus Hari Sasongko masih diproses Polda Jawa Timur. Proses itu dimulai Kamis (27/1) dengan pelaksanaan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Sidang dilaksakan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, menghadirkan Randy Bagus dan 9 saksi. Salah satu saksi di antaranya adalah ibu dari Novia Widyasari.

Bacaan Lainnya

Kabidhumas Polda Jatim Gatot Repli Handoko menegaskan, Randy diproses PTDH karena terbukti meminta korban, Novia Widyasari untuk melakukan aborsi. Akibat aborsi tersebut, Novia mengakhiri hidupnya dengan meminum racun di atas makam ayahnya.

”Siang ini (27/1), pelaksanaan sidang KKEP terhadap terduga pelanggar Randy. Itu sudah diputuskan akan PTDH,” kata Gatot pada Kamis (27/1).

Randy terbukti bersalah dan melanggar pasal 7 ayat 1B dan pasal 11 huruf C Perkap 2014 tentang Kode Etik Polri. Dari sidang tersebut, Randy terbukti bersalah karena meyakinkan melakukan perbuatan tercela, yakni aborsi. ”Hasil putusannya PTDH. Kami kini proses pemecatan,” terang Gatot.

Setelah proses sidang KKEP, Randy akan tetap menjadi tahanan di Polda Jatim. Dia akan ditahan di Polda Jatim sampai sidang pemutusan dilakukan.

”Setelah ini yang bersangkutan tetap melakukan proses pidana umum yang dilakukan penyidik Reskrim Polda Jatim. Randy sudah jadi tahanan krimum (kriminal umum) dari awal,” ujar Gatot.

Sebelumnya, Pada awal November lalu, viral di media sosial pemerkosaan seorang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang, Novia Widyasari Rahayu, 23. Novia kemudian ditemukan meninggal di makam desa Sooko, Mojokerto pada Kamis (2/12). Novia merupakan warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Setelah hamil, Novia dipaksa menggugurkan kandungannya, baik oleh Randy maupun keluarga Randy. Randy Bagus merupakan anggota kepolisian di Polres Mojokerto.

Atas kejahatan itu, Polda Jatim menetapkan Randy Bagus Hari Sasongko sebagai tersangka. Dia dijerat pasal 348 KUHP juncto 55 KUHP tentang sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin dan terancam hukuman 5 tahun penjara.(jpg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *