Sebab, sejak awal, Baasyir tidak bersedia apabila harus bebas dengan syarat. ”Kalau mau bersyarat, ya sudah dari kemarin-kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi. Seperti diketahui, isu pembebasan Baasyir terus tarik ulur. Saat pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki itu menjalani pengobatan Februari 2018 lalu, wacana pembebasan juga muncul. Namun saat itu, Baasyir enggan mengajukan grasi karena menolak mengaku bersalah.
Michdan juga menegaskan, tidak ada deal terkait politik yang disepakati dalam komunikasi antara Yusril dengan Ba’asyir. “Nggak ada. Saya ada di situ saat komunikasi, saya bersama Pak Yusril dengan pimpinan lapas,” kata dia. Lantas, bagaimana jika isu tersebut dimanfaatkan Jokowi untuk pilpres? Michdan enggan berbicara banyak. Dia menolak untuk mengait-ngaitkannya. “Ya kan nggak ada hubungannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Abdul Rahim Ba’asyir mengakui bahwa dirinya mendapat kabar pembebasan ayahnya dari Yusril. ”Jadi, beliau yang datang bersamaan dengan beliau membesuk dan juga khotbah di masjid lapas,” terang dia. Lewat kesempatan itu pula, Yusril menyampaikan, usaha yang selama ini dilakukkan untuk kebaikan Ba’asyir berbuah hasil. ”Dan presiden sudah menyetujui bahwa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dibebaskan,” tambahnya.
Abdul Rahim juga menyebutkan, salah satu landasan presiden membebaskan ayahnya berkaitan dengan kemanusiaan. ”Karena kondisi beliau yang sudah tua dan umur,” terang dia. ”Tanpa syarat apapun, bebas murni di rumah,” sambungnya. Meski belum tahu pasti kapan ayahnya akan keluar dari Lapas Teroris Gunung Sindur, dia menyebut pembebasan bisa jadi dalam waktu dekat. ”Bisa jadi Senin atau Selasa,” ujarnya.
Berkaitan dengan hal itu, Direktur Jenderal Pemasyarakat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dirjenpas Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami juga belum bisa menyampaikan keterangan. ”Saya pastikan dulu njih,” ungkap dia singkat. Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menolak berkomentar. Ketika ditanyai hal itu, dia hanya mengangkat kedua tangannya.
(far/syn/)





