NASIONAL

Bansos Sembako Bodetabek Mulai Disalurkan

RADARSUKABUMI.com – Penyaluran bansos sembako tahap pertama April di DKI Jakarta rampung. Pemerintah secara pararel pun mulai mendistribusikan sembako senilai Rp 600 ribu tersebut ke wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodebek) pada Rabu (6/5).

Tercatat, ada sekitar 505.621 kepala keluarga (KK) yang bakal mendapat bantuan sembako tersebut. mereka merupakan warga bukan penerima bansos regular yang berada di kawasan Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Depok, dan 7 Kecamatan di Kabupaten Bogor.

”Hari ini (kemarin, red) kami mulai penyalurannya,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara saat rapat secara bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (6/5).

Diakuinya, penyaluran tersebut masih on the track. Meski, dalam penyaluran bansos sembako di DKI Jakarta sempat terjadi keterlambatan dari target. Diakuinya, ada sejumlah kendala, mulai dari pekerjaan yang dilakukan manual, ketersediaan item tertentu, hingga data ganda dengan bansos Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, banyak penerima bansos sembako pemerintah pusat sudah mendapat bansos pemprov. Padahal pada permintaan awal, gubernur meminta bantuan pemerintah pusat untuk mencover mereka yang tidak terjangkau bansos pemprov.

”Tapi ternyata, data yang diberikan sama,” ujarnya.

Dia mengklaim masalah sudah teratasi. Item sembako telah disederhanakan, dari 10 jenis menjadi 4 jenis saja. Vendor penyedia pun sudah ditambah menjadi 14 vendor. Pihaknya pun telah meminta bantuan TNI dalam hal loading barang.

”Untuk data penerima, kami sampaikan di RT/RW untuk dibagi dua. Jadi yang belum dapat bisa memperoleh bansos. Tapi, baginya harus seijin namanya yang terdaftar,” tegasnya.

Namun dia memastikan, saat ini seluruh penyaluran di DKI Jakarta untuk tahap pertama April 2020 sudah mencapai 100 persen. Bansos sembako diberikan pada 955.312 Kepala Keluarga (KK) dari target 1,3 Juta KK.

Sebab, untuk sisa 300 ribu KK masih menunggu tambahan data dari gubernur DKI Jakarta. ”Kami juga menyalurkan 8 ribu paket sembako ke panti-panti sosial di luar jumlah tersebut,” ungkapnya.

Rampunnya tahap pertama April untuk DKI Jakarta ini bakal langsung diikuti penyaluran tahap kedua nanti secara serentak untuk Jabodetabek.

Tak lagi berupa sembako, bansos diberikan dalam bentuk beras yang disediakan oleh Bulog. Seperti diketahui, bansos sembako ini penyalurannya dilakukan mejadi dua tahap setiap bulannya. Artinya, bakal ada enam kali penyaluran untuk bansos senilai Rp 600 ribu tersebut.

Di sisi lain, untuk bansos tunai senilai Rp 600 ribu juga udah mulai disalurkan. Pada termin pertama, sebanyak 785.370 KK sudah menerima. Termin kedua, 5 Mei, ditargetkan bansos tunai disalurkan pada sekitar 1,8 juta KK. Termin ketiga, sekitar 2,6 juta KK penerima. Untuk saat ini sendiri, data usulan baru mencapai 7,342173 KK dari target 9 juta KK penerima bansos tunai.

Menurutnya, lamanya penyaluran bansos ini karena banyaknya bansos yang mengalir dari berbagai kementerian/lembaga. Sehingga membuat daerah kewalahan. ”Mungkin karena bersamaan ada aparat yang stres, kerutan, komplain-komplain, kemudian viralkan,” ungkap Politisi PDIP tersebut.

Kendati begitu, menurutnya, tak jadi soal. Sebab, hal itu terjadi karena bantuan yang datang banyak sehingga agak sedikit ruwet mendata.”Dari pada stres, komplain karena bantuannya tidak ada,” sambungnya.

Selain itu, untuk bansos tunai, pria yang akrab disapa Ari itu mengatakan, bahwa dari jutaan penerima tersebut hanya 700 ribuan yang memiliki rekening di bank. Hal ini yang kemudian memperlambat proses pengiriman. ”Kalau punya rekening, kami pastikan bisa lebih cepat. Karena bisa ditransfer langsung melalui Himbara,” paparnya. (JPG)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button