5 Dampak Buruk jika Bertengkar di Depan Anak

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – Setiap pasangan yang telah menikah pasti ingin rumah tangganya berjalan damai dan bahagia tanpa adanya konflik atau pertengkaran. Namun, yang namanya hidup apalagi jika telah menikah, pertengkaran atau adu argumen pasti akan terjadi. Anda dan pasangan suka atau tidak, kalian berdua tidak akan bisa menghindarinya.

Namun, yang harus Anda dan pasangan ingat adalah jangan pernah bertengkar di hadapan anak-anak kalian. Mengapa? Karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap mental dan pola pikir mereka. Ingin tahu apa saja dampak pertengkaran orang tua terhadap anak?

Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir akun @cintadalamangka di laman Instagram, Senin (7/9).

1. Membuat anak stress

Anak yang terlalu sering menyaksikan orang tua bertengkar akan tumbuh menjadi pribadi mudah stress dan kurang bahagia. Baca Juga: Buat Para Orang Tua, Hati-hati Kalau Membeli Permen untuk Anak Ini disebabkan kurangnya perhatian orang tua yang belum selesai dengan pasangannya.

2. Anak menjadi agresif dan kasar

Anak mudah belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka akan dengan cepat meniru perilaku orang terdekatnya, apakah itu baik atau buruk.

3. Kehilangan figur teladan

Memiliki figur yang ideal merupakan hal vital bagi anak-anak. Ketika melihat orang tua sibuk bertengkar di rumah, mereka akan kehilangan figur tersebut. Anak-anak akan memiliki anggapan jika semua orang dewasa itu tidak bisa dipercaya.

4. Pendidikannya terganggu

Anak yang stres karena tertekan secara psikologi akan mengalami gangguan dari sisi akademisnya. Mereka kehilangan semangat untuk belajar dan berpikir pendidikan itu tidak ada gunanya.

5. Anak kehilangan rasa percaya diri

Rahasia kepercayaan diri seorang anak sangat tergantung pada apresiasi dan dukungan orang tua. Ketika orang tuanya tidak pernah mengapresiasi mereka, apalagi jika sering mengkambinghitamkannya, maka secara otomatis sang anak akan kehilangan rasa percaya dirinya. Konflik rumah tangga karena ego tidak hanya berimbas pada hubungan, tetapi juga masa depan anak.(fny/jpnn)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *