3 Jenis Makanan Ini Harus Dihindari Demi Menjaga Imun Tubuh

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com – Orang yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta seperti, asma, diabetes, hipertensi hingga obesitas akan lebih rentan terpapar Covid-19. Lantas bagaimana menjaga kesehatan seseorang yang memiliki komorbid di masa pandemi ini?

Menurut Annis Catur Adi ahli gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), solusinya ada pada cara menjaga pola makan.

Annis mengatakan, bagi seseorang yang memiliki komorbid harus menghindari konsumsi gula, garam dan lemak secara berlebih. “Konsumsi gula garam dan lemak yang tinggi justru akan menurunkan imunitas tubuh,” kata pria yang akrab disapa Catur ini. Catur memberikan contoh makanan yang mengandung zat gizi yang berperan penting dalam sistem imun.

Makanan yang sehat adalah makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang yang mengandung zat gizi makro dan juga mengandung zat gizi mikro dan antioksidan. “Zat gizi makro antaralain kalori dari makanan bisa menjadi bahan bakar untuk sel imun dalam tubuh. Protein dalam makanan membantu meningkatkan imunitas dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak,” paparnya.

Untuk zat gizi mikro adalah makanan yang mengandung zat gizi mikro dan antioksidan. Contoh makanan yang mengandung zat gizi mikro adalah apel, jeruk, ubi jalar, asparagus, bawang merah, bawang putih, brokoli, pepaya, wortel.

“Selain itu bahan makan yang mengandung zink untuk memenuhi zat mikro adalah kacang-kacangan, ayam, yoghurt, buncis, labu kuning, jamur, sereal, daging. Untuk zat besi bisa didapatkan daging berwarna merah, dan sayuran berdaun hijau,” jelas Catur.

Tak hanya itu, dia juga mengingatkan, konsumsi air minimal harus cukup 8 gelas sehari. Hal ini penting untuk menjaga agar tubuh tidak dehidrasi. “Kekurangan air akan menyebabkan dehidrasi dan menurunkan fungsi mulut sebagai “first-line immunological barrier”.

Hal ini menyebabkan kerentanan terhadap bakteri dan virus. Selain itu, dehidrasi juga berefek pada meningkatkan hormone kortisol yang berhubungan dengan penurunan fungsi imun,” pungkasnya. (ngopibareng/jpnn)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *