Soal Perum MR, Ini Kata Depeloper

  • Whatsapp

GUNUNGPUYUH – Masalah perluasan pembangunan perumahan Mega Residence (MR) yang dipersoalkan warga Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi ditanggapi serius Direktur PT Bayu Sejahtera (BS), Deby Pebi.

Sebelumnya, warga menuding perluasan lokasi pembangunan tersebut belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bacaan Lainnya

Deploper Perumahan Mega Residence, Deby Pebianti menjelaskan, keluhan warga terkait lima tuntutan keapda PT BS selaku pihak pengembang pembangunan perumahan Mega Residence tersebut, dinilai tidak kompeten.

Sebab, ia mengaku lahan yang memiliki luas sekitar 6.720 meter dan sudah beroperasi sekitar sebulan ini, sudah menempuh proses Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT).

Sementara, keluhan warga terhadap perusahaan tersebut, diantaranya, akses jalan utama dari dan menuju Jalan Bhayangkara melalui Hotel Mega yang sekarang sedang dibangun.

Lantaran, saat ini jalan masuk ke perumahaan sebenarnya merupakan jalan belakang, warga meminta agar jalan di dalam perumahan segera di hot mix, pengembang diminta menyediakan taman bermain anak-anak (play ground), adanya penerangan jalan umuk (PJU) dan pengembang perumahan harus membangun masjid menggunakan dana sendiri dan bukan karena bantuan orang luar.

“Tuntutan warga perumahan katanya, sudah berjalan lima tahun, itu bohong. Karena kita baru memasarkan perumahaan Mega Residence ini, sekitar 2013 lalu. Jadi perumahaan ini baru berlangsung empat tahun dan memang masih ada waktu satu tahun lagi,” jelas Deby kepada Radar Sukabumi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, perluasan pembangunan perumahan Mega Residence ini, sudah memiliki izin lokasi. Pihaknya sebelum melakukan pembangunan, jauh-jauh hari telah melakukan sosialisasi terlebih dahulu terhadap warga yang terdampak.

“Semua prosesnya sudah kami tempuh, hanya saja untuk IMB memang belum. Karena saat ini, kita baru menempuh IPPT, Insya Allah pada minggu ini IPPT akan selesai, kalau untuk IMB kami tengah menunggu dari Dinas PU, jadi kalau pengesahannya sudah beres.

Maka, kami baru bisa membuat IMBnya, Karena saat ini di lapangan kami belum melakukan pembangunan apapun, hanya saja sekarang kita melakukan perataan tanah (cat and file) yang menggunakan sejumlah alat berat. Apalagi kontruksi tanahnya sangat labil. Kita inginya sambil proyek berjalan, lahan dirapikan administrasi pun kita tempuh,” ucapnya.

Menyikapi terkait lima tuntutan warga perumahan, ia menyebutkan, pihaknya akan mengabulkan empat tuntutan saja. Sebab, satu tuntutan perihal akses jalan utama dari dan menuju Jalan Bhayangkara melalui Hotel Mega yang sekarang sedang dibangun.

Sementara saat ini jalan masuk ke perumahaan sebenarnya merupakan jalan belakang, pihaknya tidak bisa mengakomodirnya. Sebab, lahan yang jika dibangun untuk jalan menuju arah tersebut, bukan milik perusahaan dari perumahan Mega Residence.

Sementara untuk, keluhan pengembang merubah letak dan lebar aliran sungai dari awalnya berada di pinggir perumahan menjadi ke tengah dengan lebar hanya sekitar 2 meter yang sedianya memiliki lebar sekitar 4 meter itu dinilai tidak benar.

“Sebab, yang saya ketahui sungai itu awalnya berada di lahan kita dan kita pindahkan ke pinggir dan kita serahkan ke warga. Kita tidak memakan tanah warga, justru tanah kita yang kita korbankan, kalau untuk lebar sungai sebelumnya kecil dan sangat berpariatif lebarnya. Namun mayoritas memiliki lebar sekitar satu meter. Namun untuk sekarang kita buatkan saluran air selebar dari tiga meter,” bebernya.

Sementara, tuntutan warga terkait menyediakan taman bermain anak-anak (play ground) dan adanya penerangan jalan umum (PJU) dan pengembang perumahan harus membangun masjid, pihaknya akan mengabulkannya.

“Hanya saja, terkait warga meminta agar jalan di dalam perumahan segera dihotmix, saya akan melaksanakannya. Setelah peroyek pembangunan ini selesai. Sebab, jika saat ini sudah dihotmix saya khawatir badan jalan yang sudah diperbaiki itu, akan kembali rusak. Karena jalan ini tidak menurut kemungkinan akan ada alat berat yang melintas jalan tersebut,” imbunya.

Sementara, pada berita yang sudah diterbitkan sebelumya, salah seorang warga perumahan tersebut, Aep Suryana menyampaikan tuntutan warga perumahan yang menurutnya, sudah berjalan sekitar lima tahun dan hingga saat ini, keluhan tersebut belum mendapatkan respon yang jelas.

“Kalau belum juga ditanggapi kami akan bawa masalah ini ke jalur hukum karena sudah termasuk pidana yaitu penipuan,” pungkasnya. (cr13/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *