Sikapi Kasus Bullying, Kapolres Sukabumi Kota Pastikan Polisi Profesional

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo

SUKABUMI – Kasus dugaan kekerasan atau bullying yang menimpa salah seorang pelajar sekolah dasar (SD) di Kota Sukabumi, terus bergulir. Kali ini, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo memastikan penanganan kasus dugaan kekerasan pada 7 Februari 2023 lalu dilakukan secara profesional dan akuntabel.

“Dalam penanganan ini kami tetap berpedoman dengan aturan yang berlaku yaitu Undang-undang Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Anak. Secara profesional kami pastikan akan menindak tegas siapapun yang bersalah dengan tidak mengesampingkan profesionalisme dan prosedur dalam penegakan hukum,” tegas Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo kepada wartawan, Jumat (8/12).

Bacaan Lainnya

Ari menerangkan, Polres Sukabumi Kota telah melakukan langkah Kepolisian terkait kasus dugaan kekerasan terhadap anak. Misalnya saja, melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik dari pihak korban, terduga pelaku, pihak sekolah hingga saksi ahli.

“Setelah menerima laporan terkait hal ini pada 16 Oktober 2023, kami melalui Unit PPA Satreskrim telah melaksanakan pemeriksaan kepada saksi-saksi, baik saksi pelapor, saksi korban, terduga pelaku, pihak sekolah dan saksi ahli, baik dari ahli psikologi maupun dokter bedah yang menangani korban. Sebanyak 10 saksi sudah kita ambil keterangan,” terangnya.

Ke depan, sambung Ari, Polres Sukabumi Kota bakal melaksanakan gelar perkara dan juga melaksanakan pemeriksaan tambahan, melakukan konfrontir terhadap korban maupun terduga pelaku.

“Tentunya hal ini untuk menentukan langkah kami kedepan, apakah dapat kami tingkatkan untuk naik ke tingkat penyidikan dan dalam waktu dekat, kita juga akan melakukan gelar perkara termasuk pemeriksaan secara konfrontir terhadap korban dan terduga pelaku,” bebernya.

Menurutnya, keterangan dari pihak korban maupun terduga pelaku dan saksi-saksi lainnya berbeda, sehingga Polisi melakukan upaya konfrontir terhadap korban, maupun terduga pelaku dan juga saksi lainnya. Menyikapi rumor dugaan intimidasi dari pihak sekolah terhadap korban, Ari memastikan pihaknya akan mendalami informssi tersebut dengan melakukan pemeriksaan intensif.

“Kami akan mendalami dari pada informasi tersebut. Kalau memang nanti di penyelidikan dan pemeriksaan ditemukan fakta baru, kami akan memproses dengan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku kepada siapa pun,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ari juga menyampaikan simpatinya terhadap pihak korban maupun keluarga dan berharap korban dapat segera beraktifitas kembali seperti biasa.

“Kami menyampaikan prihatin terhadap korban dan keluarga atas kejadian ini karena kejadian tersebut, saat ini korban menjalani perawatan kesehatan dengan melaksanakan operasi. Saya mendoakan, semoga korban dan keluarga diberikan kekuatan, kemudian juga korban lekas diberikan kesembuhan, sehingga dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari,” pungkasnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *