KOTA SUKABUMI

Ribuan Petani Bakal Dapat KTI

×

Ribuan Petani Bakal Dapat KTI

Sebarkan artikel ini

CIKOLE – Ribuan warga Kota Sukabumi yang bekerja sebagai petani akan segera mendapatkan Kartu Tani Indonesia (KTI). Dengan kartu yang berasal dari pemerintah pusat tersebut maka para petani dapat membeli pupuk dengan harga yang lebih murah karena bersubsidi.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Hanafie Zein menerangkan sebelum dilakukannya pembagian KTI, pemerintah daerah akan terlebih dahulu melaksanakan pendataan petani. Proses itu digelar pemda bersama dengan lembaga bank yang telah ditunjuk oleh Kementrian Pertanian (Kementan) untuk memfasilitasi program KTI.

Bank bjb Tandamata

“Tahap pertama yang harus ditempuh oleh pemerintah daerah adalah melakukan pendataan petani terlebih dahulu, supaya program KTI ini bernar-benar tepat sasaran.

terpenting lagi tidak ada petani yang terlewatkan, sebab fungsi kartu itu sangat membantu para petani dalam meringankan beban biaya produksi tani, terutama untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” jelas Hanafie kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Diterangkan Hanafie lebih lanjut, target dari proses pendataan itu adalah para petani yang aktif selama empat bulan terakhir, terhitung sejak bulan Juli hingga Oktober 2017. Berdasarkan hasil pendataan, jumlah petani yang ada di Kota Sukabumi ini mencapai 4.340 orang. Mereka merupakan petani yang menjalankan pekerjaannya secara aktif.

“Jumlah petani yang ada di seluruh wilayah Kota Sukabumi yang terdiri dari tujuh kecamatan, mencapai 4.340 orang. Seluruhnya merupakan petani aktif, sehingga kami nilai mereka layak mendapatkan bantuan keringanan pembelian pupuk bersubsidi melalui program KTI,” ungkap Hanafie.

Rencanannya program kartu tani Indonesia ini akan diluncurkan pada 14 November 2017 mendatang. Dalam acara tersebut akan disampaikan informasi tentang seluruh program KTI.

“Untuk Kota Sukabumi program KTI akan diluncurkan pada 14 November nanti. Acara itu juga sekaligus menjadi pelaksanaan pembagian kartu kepada 200 orang perwakilan petani. KTI ini baru bisa dimanfaatkan pada Januari 2018 mendatang,” bebernya. (ton)