“Zaman dulu (seperti)dari daun lontar,”terangnya.
Adapun jenis khat yang diperlombakan untuk kategori SMA/MA dan santri adalah sulus, yakni khat yang tingkatannya paling tinggi.
Menurutnya apabila santri dan peserta sudah bisa menguasai sulus, jenis khat lainnya tentu bisa. Serta jenis kaligrafi kontemporer, yakni jenis figural seperti figur gunung-gunung, pohon-pohon, dan jenis ekspresionis yang diperuntukkan untuk peserta usia dini dan TK.
Ia menyampaikan bahwa inti penilaian festival ini bahwa kaligrafi dapat menyampaikan tiga hal, yakni kebenaran, keindahan dan finishing touch, yakni sentuhan akhir berupa kebersihan dan kerapihan.
“Saya berharap kiranya festival ini u menggunggah peserta (masyarakat/kawula muda,red) karena dapat membimbing akhlak peserta seperti estetika kerapihan dan kebersihan,”tuturnya seraya berharap yang juga menyampaikan karena kaligrafi menyimpan nilai reliji dan akhlak. Output dari festival tersebut diharapkan bisa mengikuti ajang provinsi dan nasional.(dit)



