Prihatin Harga Telur Anjlok, Alumni Fakultas Perternakan UNSOED Bagikan Telur ke Pesantren dan sekolah

Alumni Fakultas Perternakan UNSOED Bagikan Telur ke Pesantren dan sekolah, Minggu (20/10). Foto:Ist

SUKABUMI– Alumni Fakultas Peterenakan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) membagikan puluh ribuan telur ke sejumlah pesantren dan sekolah di beberapa wilayah, salah satunya, Kota Sukabumi. Pembagian telur tersebut dalam upaya membantu para peternak ayam yang sedang mengalami krisis harga telur murah.

” Kami dari Alumuni fakultas peternak UNSOED mencoba berbagi di tengah kondisi keprihatinan peternak ayam Indonesia yang sedang mengalami krisis harga petelur yang terjun bebas,” ujar Alumni Fakultas Peternakan UNSOED, Ir. Bagus Pekik kepada Radar Sukabumi, Minggu (20/10).

Dikatakan Bagus harga telur yang sangat murah itu tidak sebanding dengan harga pakan yang masih tinggi. Untuk itu, pihaknya membantu peternak ayam dengan cara membelinya di harga yang cukup wajar, lalu kita bagikan kepada para santri.

” Di Jawa tengah hingga Rp12.000 per kilogram namun di Jawa Barat masih Rp15.000 sementara harga pakannya masih tinggi sekali sekitar Rp19.000 perkilogram,makanya ketika itu beberapa peternak sempat dipanggil presiden untuk mencari solusi,” ungkapnya.

Tak hanya membantu peternak telur kata Bagus pembagian telur kepada anak-anak generasi masa depan ini diharapkan mengurangi jumlah stunting di Indonesia yang saat ini masih cukup tinggi. Apalagi diketahui bersama telur ayam sebagai salah satu sumber protein yang cukup tinggi.

” Sebenarnya telur itu sumber protein yang paling murah, sementara angka stunting di Indonesia masih tinggi sekitar 30 persen, kita coba bantu menurunkannya dengan konsumsi telur yang saat ini menjadi keprihatinan kita semua,” ungkapnya.

Ditambahkan Bagus, dari total 50 ribu butir telur ayam, wilayah Sukabumi mendapat kuota sekitar 100 kilogram. Pihaknya sudah membagikannya ke sejumlah sekolah dan pesantren, pembagian telur ini juga dalam rangka Hari Ayam dan Telur Nasional.

Pos terkait