Ayep juga menekankan bahwa pengajian ini tak sekadar kegiatan keagamaan, melainkan forum silaturahmi sekaligus transparansi pemerintahan. Dalam tiap pengajian, ia rutin menyampaikan perkembangan fiskal, keuangan daerah, BUMD, dan BLUD kepada masyarakat.
“Kota Sukabumi milik rakyat, bukan pejabat. Saya wajib menyampaikan segala perkembangan secara terbuka agar masyarakat tahu dan bisa memberikan kritik yang membangun, bukan titipan,” tutup Ayep.(bam/d)






