Selama Pemilu, Diskominfo Kota Sukabumi Tak Temukan Kabar Hoax

Tantan Sontani
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani

SUKABUMI– Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Sukabumi, menyebutkan selama tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak menemukan adanya kabar hoax yang dapat menyudutkan salah satu calon maupun kabar bohong lainnya.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani mengatakan, penangkalan berita hoax ini bukan hanya menjadi fokus pemerintah daerah saja namun pemerintah pusat juga sudah menginstruksikan agar Diskominfo dapat menangkal berita hoax.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah selama tahun ini kami tidak menemukan adanya berita hoax yang menyerang salah satu pihak. Padahal, biasanya selama Pemilu banyak sekali bertebaran berita hoax seperti pada Pemilu sebelumnya. Tapi tahun ini kami tidak menemukannya,” kata Tantan kepada Radar Sukabumi, Kamis (15/2).

Lanjut Tantan, penangkalan berita hoax merupakan perhatian serius dari pemerintah pusat. Diskominfo Kota Sukabumi telah melaksanakan tugasnya untuk memeriksa dan menyaring informasi yang beredar, terutama yang berkaitan dengan Pemilu.

“Meskipun saat ini belum ada laporan mengenai berita hoax yang menyudutkan, kami terus melakukan pendalaman terkait berita yang mencatut nama pejabat, termasuk Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi yang menjadi sorotan pada tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, Diskominfo Kota Sukabumi mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah bijak dalam menggunakan media sosial. Dalam Pemilu kali ini, masyarakat Sukabumi telah menunjukkan kesadaran yang tinggi dalam menilai keakuratan informasi sebelum membagikannya atau mengambil tindakan berdasarkan berita tersebut.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan kritis terhadap informasi yang diterima,” ucapnya.

Ia menambahkan, Diskominfo akan terus melakukan pemantauan dan penyebaran informasi terverifikasi untuk menghindari penyebaran berita hoax yang dapat merugikan salah satu pihak atau mempengaruhi proses demokrasi.

“Dengan kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat, diharapkan dapat menciptakan Pemilu yang berkualitas dan bebas dari pengaruh berita hoax,” tukasnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *