Pemkot Sukabumi Luncurkan Aplikasi Srikandi Dapat Sanjungan, Pertama di Jawa Barat

Aplikasi Srikandi
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Imam Gunarto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko saat melaunching Aplikasi Srikandi di Gedung Juang 45, Selasa (30/8).

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi melaunching Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintregasi (Srikandi) bagi organisasi dan perangkat daerah (OPD) Kota Sukabumi, Selasa (30/8).

Hadir dalam acara tersebut Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Walikota Sukabumi Andri Hamami, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Imam Gunarto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Jawa Barat Hening Widiatmoko, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, Camat dan SKPD wilayah Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat Hening Widiatmoko, dalam sambutannya mengatakan, Kota Sukabumi adalah kota pertama yang melaunching aplikasi Srikandi di Jawa Barat.

“Saya dari Provinsi Jabar bersyukur dan sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Kota Sukabumi, karena kami di provinsi saja belum menggunakan aplikasi Srikandi ini. Kami di provinsi sedang dalam masa transisi, karena kami masih menggunakan aplikasi internal yang sudah kami buat, “ungkap Widiatmoko.

Menurut dia, diera digitalisasi saat ini kebutuhan pelayanan yang cepat sangat dibutuhkan. Tentunya aplikasi Srikandi ini diharapkan dapat menunjang integrasi data yang dinamis dan berkembang.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Imam Gunarto menambahkan, ada beberapa kelebihan dari aplikasi Srikandi ini, diantaranya memiliki mesin yang bukan monolitik tetapi mikrolitik yang memungkinkan untuk digunakan user yang banyak jadi tidak akan lemot. “Tidak hanya itu aplikasi ii dapat diintregasikan dalam data center nasional,” ungkap Imam pada Radar Sukabumi.

Ia mengaku, Aplikasi Srikandi ini langsung di awasi Presiden Joko Widodo. Meski saat ini beberapa Provinsi sudah memiliki aplikasi internal sejenis Srikandi, namun pemerintah pusat memperkenankan untuk melanjutkan aplikasi yang sudah berjalan.

“Diseluruh Indonesia ada sekitar 2.700 data center yang sudah memenuhi syarat dan 24 aplikasi yang inefisiensi pertahun itu sebesar Rp4 sampai Rp5 trliun. Karena banyak aplikasi yang juga dibangun di setiap kementrian dan daerah. Adapun tugas pemerintah menertibkan aplikasi-aplikasi itu dan menjamin sistem pemerintahan berjalan efisien efektif dalam rangka transpormasi ke sistem yang modern,” akunya.

Ia menilai, aplikasi Srikandi yang akan dilaunching di Kota Sukabumi ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa, karena Sukabumi merupakan kota pertama yang melaunching aplikasi ini di Jawa Barat.

“Kami ucapkan selamat kepada pemerintah Kota Sukabumi karena berada di peringkat 10 besar nasional dalam bidang kearsipan. Ini sangat membanggakan dan patut di pertahankan dan pemerintah pusat menargetkan semua data dapat terintregasi dan selesai di tahun 2024 mendatang,” ucapnya.

Sementara itu Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan bahwa OPD dan SKPD di wilayah Kota Sukabumi tidak perlu takut untuk beralih pada sistem aplikasi ini.

Ia pun mendorong SKPD untuk dapat bekerjasama dalam menyelesaikan transpormasi dari data manual ke Aplikasi Srikandi yang terintegrasi.

“Pertama tentu saja seluruh dokumen harus terkonsolidasikan, jadi salah satu cara yang harus di lakukan agar dokumen ini dapat terkonsolidasikan adalah pemanfaatkan tekhnologi, agar tidak tercecer,”ungkap Fahmi.

Fahmi mengatakan bahwa aplikasi ini merupakan amanat presiden dan program nasional, jadi sangat aman untuk di terapkan. Ia juga menambahkan bahwa Srikandi versi dua ini berlaku bagi semua SKPD di wilayah Kota Sukabumi, dan langsung dilakukan sosialisasi dan tutorial pada saat itu juga.

“Kalau tingkat kerepotan sih mungkin hanya butuh adaftasi saja dari teman-teman di pemerintah daerah. Insya Alloh semua siap dan tidak seseram yang dibayangkan,”pungkas Fahmi. (cr3/t)

Aplikasi Srikandi
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Imam Gunarto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko saat melaunching Aplikasi Srikandi di Gedung Juang 45, Selasa (30/8).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.