Pemkot Sukabumi Kejar Penghargaan Kota Sehat

  • Whatsapp
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi saat memberikan paparannya dalam kegiatan verifikasi kota sehat bersama pemerintah pusat.

SUKABUMI — Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, terus berupaya mewujudkan kota sehat. Bahkan, saat ini sudah lolos verifikasi dan berpeluang mendapatkan penghargaan kota sehat tahun ini dari pemerintah pusat.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menyampaikan, ekpose upaya mewujudkan kota sehat dalam verifikasi secara virtual yang diselengarakan di Balai Kota Sukabumi, Senin (11/10).

Bacaan Lainnya

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, Kota Sukabumi menjadi bagian dari lima daerah di Jawa Barat yang menjalani verifikasi lapangan secara virtual dari pemerintah pusat.

“Karena Kota Sukabumi berhasil lolos dari beberapa persyaratan seperti, wilayah Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan yang mencapai 66,67 persen ODF atau 22 kelurahan,” kata Fahmi kepada wartawan, Senin (11/10).

Pada tahun ini, lanjut Fahmi, terdapat dua tatanan yang dinilai yaitu, kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum dan kedua terkait kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

“Untuk mewujudkan kota sehat ini, melibatkan semua pihak terkait dan masyarakat. Sebab, peran aktif dari masyarakat dalam mewujudkan kota sehat sangat penting untuk mengokohkan Kota Sukabumi,” ujarnya.

Selain itu, Fahmi menjelaskan, Pemkot juga menciptakan sarana umum yang higienis di sekolah, terminal dan pasar tradisional.

Selain itu pengontrolan udara bersih dan air sungai yang bersih, pengurangan sampah hingga 21,5 persen dan 74,93 persen penanganan sampah serta menambah perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Di sisi lain Kota Sukabumi juga mampu menekan kasus stunting dan angka kematian bayi,” ucapnya.

Adapun, tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri mesalnya saja mencetuskan inovasi di SMA 3 Sukabumi, inovasi Pasar Kota Sukabumi, posyandu mapay Imah atau Pos Mamah, homecare, Pandawa S Pendaptaran melalui Whatsapp dan SMS layanan puskesmas untuk mengatur kapan waktu ke puskesmas di tengah pandemi.

“Kami harap, dengan berbagai upaya yang dilakukan bisa membuahkan hasil yang maksimal,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *