Pemkot Sukabumi Gejot Daya Saing UMKM

Pemerintah Kota Sukabumi
Pemerintah Kota Sukabumi melakukan pelatihan Hygiene bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Sukabumi, Senin (6/12). Foto:Ist

CIKOLE– Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong para pelaku UMKM agar mampu bersaing di dunia digitalisasi dan di tengah pandemi covid-19. Salah satunya dengan memberikan pelatihan Hygiene bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Semakin banyak UMKM yang memiliki izin laik edar, maka mereka itulah yang akan bertahan. Serta mereka yang memiliki kompetensi digitalisasi, maka dialah yang bertahan. Karena kita sadar betul, dengan konsep pemasaran digitalisasi tersebut, sudah tidak ada sekat geografis yang terjadi,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi saat membuka acara pelatihan Hygiene bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Sukabumi, Senin (6/12).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Fahmi  bahwa pada masa pandemi Covid-19 saat ini memang hampir seluruh pelaku UMKM terdampak. Bahkan bukan hanya itu, di tengah era digitalisasi yang terjadi saat ini pelaku UMKM juga harus bersaing dalam memasarkan produknya.

Fahmi juga berpesan kepada para pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan tersebut, untuk bisa mengembangkan usaha mereka agar bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

“Saya ingat betul yang dikatakan pak Gubernur Jawa Barat, bahwa dengan percepatan teknologi yang berlangsung saat ini, nantinya diperkirakan akan menggerus satu pertiga tenaga kerja yang ada saat ini. Semua akan mulai bergeser dikerjakan dengan mesin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Ayi Jamiat mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah Pemkot Sukabumi dalam mendorong para pelaku UMKM, untuk mengembangkan usahanya. Ada 52 pelaku UMKM di Kota Sukabumi, yang mengikuti acara pelatihan tersebut.

“Izin laik higienis merupakan salah satu komponen yang harus dilengkapi dalam proses perizinan bagi para pelaku UMKM. Kita berkomitmen untuk mempermudah proses pengurusan perizinan yang ada bagi para pelaku UMKM yang ada di Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Lanjutnya, berdasarkan data terakhir yang terkonfirmasi, sedikitnya ada sekitar 70 ribu pelaku UMKM yang terdata di Kota Sukabumi. Dan itu merupakan tugasnya dalam mendorong mereka agar naik kelas, sehingga bisa melebarkan usaha mereka agar bisa membuka lapangan pekerjaan.

” Kategori pelaku UMKM dengan modal mulai dari 0-1 miliar itu, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Pemkot Sukabumi untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan, agar bisa naik kelas menjadi pelaku usaha kecil dengan modal 1-5 miliar, yang nanti menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” jelasnya. ( bal)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *