PAD Meningkat 11,52 Persen

SUKABUMI – Anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Perubahan Anggaran Tahun 2017 Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengalami peningkatan sebesar 11,52 persen atau sekitar Rp37,3 miliar. Sedangkan PAD sebelum perubahan hanya sekitar Rp323,8 miliar.

“Alhamdulillah PAD di perubahan meningkat menjadi Rp361,1 miliar,” ungkap Walikota Sukabumi, Muhamad Muraz kepada Radar Sukabumi, Rabu (4/10).

Bacaan Lainnya

Menurut Muraz, sumber PAD itu terdiri dari pajak daerah sebesar Rp38,4 miliar dan dari retribusi daerah sebesar Rp8 miliar dan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp3,9 miliar. Selain itu dari pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp310,7 miliar.

“Dari keempat sumber itu, adanya kenaikan sekitar 11,52 persen. Kalau untuk kontribusi PAD dalam perubahan anggaran tahun ini sebesar 28,91 persen,” katanya.

Pada perubahan anggaran tahun ini, Muraz memprioritaskan penganggaran untuk persiapan Pemilihan Walikota Sukabumi (Pilwalkot) tahun 2018 mendatang. Pasalnya, dalam perubahan di tahun ini, semua peanggarannya harus dilakukan untuk berjalannya setiap program yang sudah direncanakan.

“Kita sudah menyesuaikan dan mengalokasikan anggarannya dalam perubahan APBD ini. Termasuk, penganggaran untuk hak keuangan Angggota DPRD Kota Sukabumi,” terangnya.

Muraz mengharapkan, dalam pengelolaan semua keuangan harus mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi serta akuntabel. Pasalnya, semua anggaran itu harus diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya tersebut.

“Insya Allah, semuanya aspirasi dari masyarakat kita perhatikan. Tentu saja, walapun begitu kita juga harus memperhatikan perundang-undangan yang menyangkut teknis pelaksanaannya serta pertanggungjawabannya juga. Karena, uang negara itu harus dipertanggung jawabkan dari segi hukum dan administratifnya,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Indonesia Bekerja (INAKER) Kota Sukabumi, Ahmad Juanda mengungkapkan sangat mengapresiasi peningkatan PAD yang diperoleh Pemkot Sukabumi di anggaran perubahan tahun ini. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan besaran pendapatan harus seiring dengan peningkatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Sukabumi.

“Makanya pemerintah di sini harus terus mendengar dan melayani masyarakat. Karena anggaran APBD Pemkot Sukabumi yang mencapai Rp1,2 triliun itu, mayoritasnya bersumber dari masyarakat juga. Kalau tidak memperhatikan masyarakat, saya rasa pemkot keterlaluan ya,” ujarnya. (Cr5/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.