Disnaker Kota Sukabumi Bakal Ciptakan Satu Sistem Aplikasi

Abdul Rachman
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi Abdul Rachman

SUKABUMI– Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Abdul Rachman mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, jumlah pekerja yang menjadi penopang ekonomi rumah tangga masih didominasi lulusan SD, dibandingkan lulusan lainya. Hasil tersebut, menjadi catatan Disnaker Kota Sukabumi dan akan melakukan evaluasi.

“Ya, dengan hasil dari BPS, kita akan membuat satu sistem aplikasi, yang nantinya bisa melihat gambaran mengenai komposisi ketenaga kerjaan. Sehingga bisa terlihat mana yang lebih banyak, SD, SMP, atau SM. Itu yang akan kita kaji lebih mendalam,” ujar Abdul Rachman kepada Radar Sukabumi, Jumat (13/1).

Bacaan Lainnya

Diketahui, pada Agustus 2022 tercatat ada sebanyak 35,84 ribu orang yang bekerja dengan pendidikan SD atau sebanyak 24,63 persen dari jumlah pekerja 145 ribu.

Kemudian pekerja dengan tamatan pendidikan Diploma I sampai III pada tercatat hanya 5,8 ribu orang atau 3,99 persen. Sedangkan, untuk pekerja tamatan Sarjana Diploma IV, S1 sampai S3, tercatat 20,88 ribu atau 14,35 persen dari total pekerja sebanyak 145 ribu.

Tidak hanya itu, Disnaker akan mencoba mengoptimalkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK). Di mana, saat ini BLK sendiri tidak berjalan dengan optimal.

“Sebetulnya dengan keberadaan BLK, kita persiapkan calon-calon tenaga kerja untuk siap kerja dengan skil yang dimilikinya,” aku dia.

Abdul mengaku, penyerapan tenaga kerja di Kota Sukabumi sangat minim, sebab jumlah perusahaan tidak sesuai dengan kalkulasi jumlah masyarakat. Kebanyakan, warga Kota Sukabumi beorientasi ke wilayah Kabupaten Sukabumi yang cenderung memiliki banyak perusahaan atau pabrik.

“Justru ini, yang menjadi tantangan bagi kita, bagaimana dari Disnaker sendiri untuk menyiapkan tenaga kerja di Kota Sukabumi. Kemudian yang sudah siap bekerja dan memiliki skil, yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut,” pungkasnya. (Cr4/t)

Pos terkait