2022, Pengadaan Barjas di Kota Sukabumi Harus Terintegrasi SIPD

BPBJ Pemkot Sukabumi
Kepala BPBJ Pemkot Sukabumi, Novian Restiadi

CIKOLE–Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, terus melakukan pemahaman kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terkait proses pengadaan barang dan jasa di tahun 2022.

Pasalnya, di tahun ini ada perbedaaan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Di mana Sirup sekarang ini terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

“Karena adanya perbedaan Sirup, makanya saat ini kita terus berikan pemahaman kepada seluruh SKPD melalui kegiatan bintek, “ujar Kepala BPBJ Pemkot Sukabumi, Novian Restiadi, Selasa (18/1).

Bahkan, lanjut Novian, menghadapi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di tahun 2022, serta adanya perbedaan Sirup tersebut, pihaknya sudah melakukan banyak hal yang dilakukan kepada SKPD.

Diantaranya, persiapan ptahapan perencanaan pengadaan, kemudian persiapan pemilihan dan pengadaan, sampai ke Rencana Umum Pengadaan (RUP).

“Semua dilakukan sejak jelang akhir 2021 lalu. Disitu kita sampaikan ke SKPD semuanya tentang adanya perbedaan Sirup dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di tahun 2022, “katanya.

Karena Sirup tahun ini bisa dikatakan barang baru kemungikna tdaiks eluruh bsia dilakukan secara otomatsi hasil pengambilkan data dari SIPD, kemungkian ada dilakukan secara manual, namun tetap melalui sisitem.

“Jadi kalau yang nagmbil di SIPD itu tidak usah ngetik ulang tinggal klik saja yang ada di Sirup, dan paling gampang tinggal metode pengadaan apa itu swakelola atau melalui penyedia.

Penyedia itu bisa tender, penujukan langsung dan laian-laian, sedangkan manual itu ahrsu diketika ulang, speerti nominal kerangkanya nya,dan rincian obyek,”terangnya.

Sedangkan target penggunaan Sirup itu di tangggal 31 Msret 2022, Namun pihaknya menargetkan di 28 Pebruari bulan depan semua SKPD sudah mulai menginput atau selesai.

Sehingga ada waktu satu bulan untuk dilakukan evaluasi.

“Karena ini barang baru, jadi kita akan tersu lakukan pendampingan termauk progres perkembangan setiap minggu kita laporkan.

Namun jika memang akan ada tender dini tentu saja itu yang akan kita dorong, “pungkasnya. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.