SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki , menghadiri workshop bertajuk “Optimalisasi Dana Transfer ke Daerah serta Perencanaan dan Penganggaran Keuangan Daerah” yang digelar di Ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi , pada Rabu, 30 April 2025 . Acara ini turut dihadiri oleh Pj. Sekda Kota Sukabumi dan Kepala BPKPD Kota Sukabumi .
Dalam paparannya, H. Ayep Zaki menjelaskan bahwa dana transfer dari pusat ke daerah merupakan instrumen penting dalam mendistribusikan anggaran negara secara merata guna mendukung pembangunan di berbagai wilayah, termasuk Kota Sukabumi.
“Dana transfer ini merupakan alokasi dari APBN yang bertujuan mendanai kebutuhan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal, meliputi DAU (Dana Alokasi Umum), DAK (Dana Alokasi Khusus), dan DBH (Dana Bagi Hasil),” jelasnya.
Meski memiliki luas wilayah yang relatif kecil, yakni 48,31 km² dengan jumlah penduduk sekitar 364.735 jiwa (BPS 2024), Ayep Zaki optimis bahwa Kota Sukabumi memiliki potensi besar untuk berkembang.
“Kota Sukabumi mungkin tidak besar secara geografis, tapi kami punya mimpi besar untuk menjadikannya kota dengan perekonomian kuat, pelayanan prima, serta sarana dan prasarana terbaik di Jawa Barat,” tegasnya.
Mimpi besar tersebut diwujudkan melalui slogan “Kota Sukabumi Bercahaya” , yang juga menjadi tema peringatan HUT ke-111 Kota Sukabumi . Namun, Ayep Zaki menekankan bahwa mewujudkan visi ini membutuhkan kolaborasi semua pihak , termasuk dukungan dari pemerintah pusat.
“Diperlukan tekad kuat dan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan Kota Sukabumi yang bercahaya. Pemerintah daerah tidak bisa melakukannya sendirian,” ungkapnya.






