Di tengah kesibukan, Sudar tetap menjaga keseimbangan hidup. Ia memiliki hobi ngopi dan berdiskusi, yang kerap menjadi media bertukar pikiran dan melahirkan gagasan besar. Selain itu, ia juga menjalankan perannya sebagai kepala keluarga, membagi waktu antara aktivitas organisasi dan keluarga sebagai ayah dari tiga anak.
Prinsip hidup “Tanjeur Na Juritan, Jaya di Buana” menjadi pegangan yang terus ia jalani. Nilai tersebut dimaknai sebagai semangat untuk tetap teguh dalam perjuangan dan memberi manfaat bagi banyak orang. “Selama kita konsisten dan niatnya untuk kebaikan, pasti ada jalan untuk berkontribusi lebih luas,” tuturnya.(ris/d)






