Kebakaran Lahan di Kota Sukabumi Capai 109,757 Hektare, Terdampak  Musim Kemarau September hingga awal Oktober 2023

Kebakaran Kota Sukabumi
Sejumlah personel BPBD Kota Sukabumi bersama Damkar saat berupaya memadamkan api

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat sebanyak 25 kejadian kebakaran lahan selama September hingga awal Oktober 2023. Meski tidak ada korban jiwa, namun nilia kerugia ditaksir mencapai ratusan juta.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Suhendar mengatakan, akibat kebakaran lahan tersebut luas area yang terdampak yakni 109,757 hektare dengan kerugian mencapai Rp539.500.000.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau melihat data di September sampai awal Oktober 2023 itu, ada 25 kejadian kebakaran lahan di musim kemarau dengan nilai kerugianya sekitar Rp539 juta lebih,” kata Suhendar kepada wartawan, belum lama ini.

Suhendar menjelaskan, dari tujuh kecamatan yang ada di Kota Sukabumi, Kecamatan Lembursitu paling banyak dengan tujuh kejadian, Kecamatan Baros 5 kali kejadian, Kecamatan Warudoyong empat kejadian, Kecamatan Cikole dan Gunungpuyuh masing-masing sebanyak tiga kejadian, Kecamatan Cibeureum dua kejadian, dan Kecamatan Citamiang satu kejadian.

“Kebakaran lahan itu paling tinggi di Kecamatan Lembursitu dengan jumlah tujuh kejadian, dan paling kecil ada di Kecamatan Citamiang,” ujarnya.

Sedangkan, sambung Suhendar, penyebab dari kebakaran lahan tersebut rata-rata disebabkan orang yang tidak bertanggungjawab dengan sengaja membakar sampah tanpa kehati-hatian, atau ditinggalkan begitu saja.

“Diduga sih, kebakaran lahan ini disebabkan oleh orang yang sengaja membakar sampah, apalagi sekarang kondisinya kemarau dan api cepat membesar,” ucapnya.

Sebab itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan ditinggalkan. Apalagi dilahan yang sudah kering akibat kemarau.

“Melalui kelurahan kami menghimbau kepada warga, dan melakukan monitor ke wilayah langsung. Hal itu sebagai salah satu langkah antisipasi saat ini,” tukasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *