Kapolsek Cibeureum Sukabumi Berhasil Bujuk Yuni, Enggan Bersalin di Rumah Sakit

Kapolsek Cibeureum Resor Sukabumi Kota, AKP Suwaji
Kapolsek Cibeureum Resor Sukabumi Kota, AKP Suwaji mengantar Yuni (29 tahun) warga Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum ke rumah sakit

CIBEREUM – Kapolsek Cibeureum Resor Sukabumi Kota, AKP Suwaji berhasil membujuk Yuni (29 tahun) warga Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, untuk memeriksakan kehamilannya di rumah sakit. Hal itu, dilakukan pasca diketahui kandungannya telah mengalami pembukaan ketiga.

Aksi orang nomor satu di Polsek Cibeureum Resor Sukabumi Kota tersebut, berawal saat pelaksana KIA Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Syifa Fauzyah memeriksa kondisi kehamilan warga Limusnunggal pada Sabtu (28/1) malam.

Bacaan Lainnya

“Usai memeriksa kondisi ibu dari dua anak itu tidak memungkinkan untuk melahirkan di puskesmas. Sebab itu, Syifa sempat mengajak Yuni untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun, ajakannya ditolak,” ungak Kapolsek Cibeureum Resor Sukabumi Kota, Akp Suwaji kepada Radar Sukabumi, Minggu (29/1).

Lanjut Suwaji, karena khawatir dengan kondisi kehamilan Yuni yang telah memasuki masanya tersebut, akhirnya Syifa menghubungi pihak Polsek Cibeureum untuk membantu membujuk dan membawa warga ke rumah sakit.

“Karena itu, tadi malam kami mendapatkan informasi dari pihak Dinkes bahwa ada warga kami yang akan melahirkan dan tidak mau dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Setelah dibujuk, sambung Suwaji, akhirnya Yuni mau mengecek kehamilannya di rumah sakit. “Alhamdulilah setelah kami cek dan bujuk, ibu Yuni yang usia kandungannya telah memasuki masa lahiran tersebut bersedia dibawa ke rumah sakit Bunut,” ucapnya.

Suwaji menambahkan, warga tersebut harus dibawa ke rumah sakit usai hasil observasi pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi yang menyatakan bahwa kondisi kesehatan Yuni kurang baik sehingga rawan apabila melahirkan.

“Informasi dari pihak Dinkes, ibu Yuni ini HBnya rendah dan rawan bila melahirkan, apalagi di lahiran atau persalinan yang ketiga ini. Maka dari itu, kami semua membujuknya untuk mau dirujuk ke rumah sakit karena saat itu informasinya sudah pembukaan ketiga,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *