Jembatan Penghubung Dua Kelurahan di Kota Sukabumi Ambruk, Diduga Akibat Kendaraan Proyek dan Derasnya Arus Sungai

BPBD Kota Sukabumi
Tim BPBD Kota Sukabumi bersama relawan dan masyarakat memamasang patok serta bronjong untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan di RW 05 Kelurahan/Kecamatan Cikole, Rabu (2/11).

SUKABUMI — Jembatan yang menjadi jalan penghubung dua kelurahan yakni Kelurahan Cikole dengan Kelurahan Cisarua, ambruk pada Selasa (1/11) sore. Akibatnya, warga sekitar kesulitan untuk melintas jalan tersebut lantaran hampir semua badan jalan ambles. Diduga, kerusakan jembatan itu akibat aliran arus sungai yang deras dan mobilitas angkutan proyek.

Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, jembatan yang berlokasi di kampung Jayiniti ini sudah dua kali mengalami kerusakan, di mana hal itu terjadi pada tahun 2016 lalu dan awal November tahun 2022.

Bacaan Lainnya

“Jalan ini termasuk jalan aktif dan banyak kendaraan yang melintasi jalan ini. Bahkan sampai roda empat pun sering ada yang lewat, padahal sudah dilarang,” terang Ketua RW 05 Kelurahan/Kecamatan Cikole, Sri Isniarti kepada Radar Sukabumi, Rabu (2/11).

“Iya ambruknya jembatan ini ada beberapa faktor yang yang diduga disebabkan oleh deras air sungai sangat tinggi dan juga bisa jadi karena mobil angkutan berat dari proyek,” sambungnya.

Sri mengaku, akibat rusaknya jembatan ini aktivitas warga menjadi terganggu. Ia berharap, pemerintah bisa segera melakukan perbaikan, sehingga aktivitas warga kembali normal. Terlebih, pada beberapa waktu lalu, jembatan penghubung lainnya mengalami kerusakan hingga terputus. “Kami berharap segera ada perbaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melakukan pemasangan patok untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Tidak hanya itu, dengan dibantu relawan dan warga, tim BPBD pun melakukan normalisasi sungai dari material longsoran.

“Kami menghimbau kepada masyarakat supaya tetap siap siaga, ketika terjadi bencana makan harus cepat melaporkan ke BPBD Kota Sukabumi,” pungkasnya. (cr4/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *