Roy merasa omsetnya berkurang sebanyak 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. “Saya tidak tahu persis alasan hari Valentine bikin omset turun, saya hanya mengira mungkin saja banyak pedangan bunga lain yang berdagang di daerah perkotaan,” terangnya.
Disamping itu, Roy masih yakin bahwa moment wisuda dan perpisahan lebih pasti dan lebih menjanjikan dibandingkan moment hari Valentine.
“Kalau acara wisuda dan juga perpisahan sudah pasti banyak pelanggan yang jauh-jauh hari akan pesan,” tutur Roy.
Kesempatan itulah yang membuat Roy lebih semangat dibandingkan dengan menunggu moment special hari kasih sayang yang jatuh tanggal 14 Februari nanti.
“Sekarang mah yang pasti-pasti saja, sekolah kan biasanya tidak banyak yang bentrok acara perpisahannya, jadi dari situ omset kami akan membaik karena setiap hari orderan akan banyak,” pungkas Roy.
(cr5/t)





