KOTA SUKABUMI

Jamin Kualitas Gizi Anak, Ses Ditjen Renhan Kemhan RI Tinjau Dapur MBG

×

Jamin Kualitas Gizi Anak, Ses Ditjen Renhan Kemhan RI Tinjau Dapur MBG

Sebarkan artikel ini
PENINJAUAN: Ses Ditjen Renhan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rabimin, melakukan peninjauan dapur MBG di SPPG Lembursitu, Jalan Pelabuhan II, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Senin (23/6).(Foto: BAMBANG/RADARSUKABUMI)
PENINJAUAN: Ses Ditjen Renhan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rabimin, melakukan peninjauan dapur MBG di SPPG Lembursitu, Jalan Pelabuhan II, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Senin (23/6).(Foto: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Jamin Kualitas Gizi Anak, Sekretaris Direktorat Jenderal Rencana Pembangunan Pertahanan (Ses Ditjen Renhan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rabimin, melakukan peninjauan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Penyedia Program Gizi (SPPG) Lembursitu, Jalan Pelabuhan II, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Senin (23/6).

SPPG Lembursitu bertugas menyediakan makanan bergizi bagi 2.533 siswa dari 16 sekolah di wilayah tersebut. Kegiatan ini, merupakan bagian dari implementasi program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.

Bank bjb Tandamata

“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan salah satu program unggulan Bapak Presiden dalam rangka menyiapkan generasi masa depan bangsa. Kita patut bersyukur dan berterima kasih atas komitmen beliau,” ungkap Brigjen Rabimin kepada wartawan.

Lanjut Rabimin, selain untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, program ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Dapur-dapur ini nantinya dapat menggandeng UMKM melalui koperasi untuk menyuplai bahan pangan, sehingga perputaran ekonomi di lingkungan sekitar juga ikut berkembang,” ujarnya.

Rabimin memastikan, pembangunan dan operasional dapur MBG dilakukan sesuai dengan standar dan prosedur dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Tidak bisa sembarangan. Harus sesuai aturan yang ditetapkan, terutama dalam menjaga kebersihan dan higienitas, agar makanan yang disajikan benar-benar sehat dan bergizi,” tegasnya.

Terkait pengawasan mutu makanan dan potensi risiko seperti keracunan, pihaknya menyatakan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat melalui koordinasi dengan dinas kesehatan setempat.