ISMPI Sesalkan Kebijkan Impor Beras

  • Whatsapp
Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), Hasbi Abdullah

SUKABUMI – Kebijakan pemerintah membuka keran impor beras sebanyak 1 juta ton pada tahun ini menuai kontroversi. Sekertaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), Hasbi Abdullah menyesalkan atas kebijakan atas kebijakan tersebut.

Padahal menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional potensi panen raya Januari-April akan mengalami surplus 4,8 juta ton beras. Kondisi tersebut senada dengan harga beras dan gabah yang menurun. Sedangkan kemampuan daya serap pasar terbatas.

Bacaan Lainnya

“Atas dasar itu, ISMPI secara tegas menolak kebijakan Pemerintah untuk impor 1 juta ton beras, hal ini sudah jelas dengan secara data dan fakta dilapangan di setiap daerah bahwa panen raya sedang terjadi,” ujarnya saat ditemudi di Kampus UMMI Kota Sukabumi, Senin (22/3).

Ketersediaan beras pada Desember 2020 tercatat mengalami surplus hingga 6 juta ton berdasarkan pernyataan Mentan, tentunya Stok tersebut mampu mencukupi kebutuhan beras pada awal 2021.

“Belum lagi pada Januari-April merupakan masa panen raya. Dengan melihat hal tersebut, ketersediaan beras nasional meningkat, dan tidak ada urgensi untuk melakukan impor beras,” tuturnya.

Selain itu, ISMPI juga menyinggung soal program food estate yang tidak kunjung membuahkan hasil peningkatan pangan nasional. Padahal petani sudah mati-matian memperjuangkan ketahanan pangan.

“Secara tidak langsung Menko Perekonomian mengecewakan kita, yakni pemuda dan petani yang berjuang mati matian utuk ketersedian pangan nasional. Walaupun untuk menyetabilkan harga beras dalam negeri,” pungkasnya. (bal)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *