Garuda Emas Sukabumi Bangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi, Budi Daya Ikan dan Tanaman Hidroponik

  • Whatsapp
Ketua Garuda Emas Sukabumi, Sandi Faturahman saat melakukan pengecekan lokasi pengembangan tanaman hidroponik di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

SUKABUMI — Garuda Emas Sukabumi, berupaya membangkitkan perekonomian dimasa pandemi Covid-19 dengan cara mengembangkan budi daya ikan dan tanaman hidroponik. Bahkan saat ini sudah ada tiga cabang yakni, di Kecamatan Gunungpuyuh, Cicantayan dan Kecamatan Surade.

Ketua Garuda Emas Sukabumi, Sandi Faturahman mengatakan, dari satu kolam ukuran 2×3 bisa menghasilkan 200 ikat sayuran kangkung harga satu ikat dengan dipasarkan sendiri Rp2.500 sehingga bisa menghasilkan Rp500.000 per 21 hari.

Bacaan Lainnya

“Dalam kurun waktu 21 hari dari satu kolamnya bisa menghasilkan sampai Rp500.000, itu belum termasuk penghasilan dari budi daya ikannya,” kata Sandi kepada Radar Sukabumi, Selasa (18/5).

Sandi menerangkan, adapun penghasilan dari budi daya ikan selama tiga bulan dapat menghasilkan tiga kuintal dengan harga terendah Rp20.000 sehingga jumlah totalnya sebesar Rp 6.000.000. “Ya, kalau lumayan cukup menghasilkan. Karena itu, kami berupaya mengembangkan tanaman hidroponik sekaligus budi daya ikan,” ujarnya.

Sandi memaparkan, hidroponik ini merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

“Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, sehingga dinilai cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air maupun lahan terbatas,” ujarnya.

Selain itu, tanaman lain yang dikembangkan dengan metode hidroponik masih banyak lagi terutama tanaman hortikultura seperti bunga dan sayur mayur. “Yang menjadi andalan adalah tanaman kangkung melalui metode hidroponik di pekarangan rumah. Program penghijauan secara hidroponik lebih efektif dibandingkan dengan mengembangkan tanaman keras,” imbuhnya.

Menurutnya, penghijauan yang dimulai dari pekarangan rumah warga masih jarang dilakukan. Sebab itu, Garuda Emas Sukabumi mengajak masyarakat untuk mulai belajar mengembangkan tanaman hidroponik. “Padahal metode hidroponik ini cukup mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas,” pungkasnya. (bam/t)

loading...

Pos terkait